Kamis, 27 April 2017

Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan


Roti berjamur
Roti berjamur (image source: www.lifestyle.sindonews.com)
Pernah mendapati hal seperti tersebut? Itu adalah gambar roti yang sudah berjamur. Jangan dimakan ya...Roti bisa  ditumbuhi jamur jika sudah lebih dari 3 hari produksi dan belum habis dikonsumsi. Atau bisa juga sudah lebih dari 1 minggu, jika ada pengawet di dalamnya.
Nasi basi, sayur basi, juga sering kita temui. Mitosnya sih, ada salah satu anggota keluarga yang sedang sakit. Hmm, masak iya... Menurut saya ini adalah contoh kerusakan mikrobiologis makanan.

Kerusakan makanan


Secara umum ciri-ciri dari kerusakan makanan adalah terjadi perubahan warna, bau, dan tekstur, terbentuknya lendir, munculnya busa, dan berair. Pada makanan kaleng dan kemasan karton, kenampakannya adalah kemasan yang menggelembung

Kerusakan makanan terjadi karena adanya pertumbuhan mikroorganisme. Mengapa mikroorganisme bisa sampai ke bahan makanan?

  1. bahan makanan mengandung nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme
  2. bahan makanan memiliki kandungan air yang disukai mikroorganisme
  3. bahan makanan memiliki tingkat keasaman yang sesuai bagi pertumbuhan mikroorganisme
  4. bahan makanan disimpan pada suhu yang sesuai bagi pertumbuhan mikroorganisme dalam jangka waktu yang cukup sampai terjadi kerusakan makanan


Pencegahan


Kita tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kandungan yang ada di dalam sebuah bahan makanan, karena seringkali itulah yang kita perlukan juga. Nah, cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah kerusakan makanan adalah dengan menjaga suhu bahan makanan menjadi tidak sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. 
Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menyimpannya di bawah suhu 5℃ atau di atas 60℃. Untuk mendapatkan suhu di bawah 5℃, kita bisa menyimpannya di dalam kulkas. Sedangkan untuk mendapatkan suhu di atas 60℃, kita bisa menyajikan bahan makanan dengan dipanasi. Hal ini yang dilakukan oleh usaha katering besar ketika mereka menyajikan berbagai makanan prasmanan, untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan makanan, dan bisa menyebabkan keracunan makanan (PENYEBAB KERACUNAN MAKANAN DAN PENCEGAHANNYA). 
Makanan yang disimpan pada suhu ruang lebih dari 2 jam juga berpotensi menimbulkan keracunan makanan.

Daging

Daging memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan air yang cocok bagi pertumbuhan bakteri. Sehingga mikroorganisme yang sering menimbulkan kerusakan pada daging adalah bakteri. Diantaranya adalah Pseudomonas, Enterobacter, Aeromonas, Escherichia, dan Clostridium. Cara mencegah kerusakan pada daging adalah dengan menyimpannya pada suhu kurang dari 5℃, atau mengemasnya dengan kemasan vakum. Membeli daging bongkahan atau potongan besar lebih aman daripada membeli daging dengan potongan kecil, apalagi daging cincang. Mengapa? Bongkahan daging memiliki luas permukaan yang lebih kecil daripada daging potongan kecil, apalagi daging cincang. Luas permukaan ini berbanding terbalik dengan jumlah bakteri yang ada. 

Telur

Sama sperti daging, telur memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga telur juga mudah mengalami kerusakan akibat pertumbuhan bakteri. Beberapa diantaranya adalah Pseudomonas, Proteus, Serratia, Aeromonas, dan Alcaligenes. Adanya cangkang dan membran pada telur tidak dapat mencegah masuknya bakteri ke dalam telur. 

Ikan

Kerusakan pada ikan terjadi karena ada enzim autolitik, oksidasi asam lemak tidak jenuh, dan pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme yang biasanya  menimbulkan kerusakan pada ikan adalah Pseudomonas, Acinetobacter, Flavobacterium, dan Vibrio. 

Susu

Susu memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan mineral. Oleh karena itu kerusakan pada susu juga terjadi karena berbagai mikroorganisme yang mampu menggunakan komponen-komponen tersebut. Pseudomonas, Alcaligenes, Flavobacterium, Enterococcus, Clostridium, dan Bacillus merupakan beberapa bakteri yang biasanya menyebabkan kerusakan pada susu. 

Sayur-sayuran

Mikroorganisme yang merusak sayur-sayuran berasal dari tanah, air, dan udara. Komponen yang menarik bagi mikroorganisme di dalam sayur-sayuran adalah karbohidratnya, maka yang sering dijumpai pada sayuran adalah dari kelompok jamur. Penicillium, Phytopthora, Aspergillus, dan Alternaria adalah beberapa diantaranya. Selain itu bakteri Pseudomonas, Erwinia, Bacillus, dan Clostridium juga dapat menyebabkan kebusukan pada sayuran. Pembusukan pada sayuran ditandai dengan bau dan tekstur yang lembek.

Buah-buahan

Buah segar memiliki kandungan karbohidrat dan asam yang tinggi. Mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan pada buah-buahan adalah jamur, khamir, dan bakteri tahan asam. Penicillium, Aspergillus, Rhizopus dan Alternaria adalah beberapa jamur yang merusak buah-buahan. Saccharomyces, Candida, dan Hansenula adalah khamir yang menyebabkan proses fermentasi buah-buahan. Sedangkan bakteri yang menyebabkan munculnya asam pada buah-buahan adalah kelompok bakteri asam laktat dan asam asetat.
Cara mencegah kerusakan pada buah-buahan adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas. Itu adalah cara paling mudah. Selain itu buah-buahan juga bisa dibekukan dan dikeringkan.

Roti

Roti merupakan sumber karbohidrat bagi kita. Namun kandungan inilah yang menarik mikroorganisme untuk datang. Jamur Rhizopus stolonifer mudah tumbuh di roti. Proses pembuatan roti (oven), sebenarnya bisa membunuh jamur, namun sporanya bisa dengan mudah hinggap kembali ke roti. Beberapa di antara kita juga sering menyimpan roti di dalam freezer. Ketika kita mengeluarkannya dari freezer, maka kristal-kristal es akan mencair. Hal ini justru mengundang berkembangnya bakteri Bacillus subtilis, yang ditandai dengan tekstur yang lembek, berwarna kecoklatan, dan munculnya aroma buah.

Makanan kaleng

Makanan dengan kemasan kaleng sebenarnya telah didesain untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bahan makanan yang ada di dalamnya. Proses pemanasan dan lingkungan yang asam diharapkan dapat mencegah berkembangnya bakteri Clostridium botulinum yang biasanya menyebabkan kerusakan pada makanan kaleng. Bakteri ini tahan panas. Terlebih lagi bakteri ini menghasilkan spora yang tahan panas juga dan akan berkembang jika mendapati lingkungannya sesuai. Tanda-tanda kerusakan pada makanan kaleng adalah menggelembung, terjadi perubahan warna, dan adanya korosi pada kaleng. Jika menemui hal-hal itu, sebaiknya jangan dibeli atau dikonsumsi. Kerusakan makanan kaleng terjadi karena proses yang kurang sempurna serta adanya kebocoran pada kaleng yang memungkinkan masuknya bakteri dari luar.

Kembali ke roti berjamur di atas, sebaiknya jangan dikonsumsi sama sekali. Jika Anda memotong bagian yang berjamur dan mengkonsumsi bagian yang kelihatannya tidak berjamur, maka Anda sedang membahayakan diri Anda. Mengapa? Karena jamur memiliki hifa (benang) yang bisa saja telah menjalar ke semua bagian roti, dan hifa ini tidak nampak oleh mata kita karena ada di dalam roti. Nah, jika Anda memotong dan makan bagian yang menurut mata Anda tidak berjamur, sebenarnya Anda sama saja telah mengkonsumsi jamur itu sendiri.

Selasa, 25 April 2017

MAKANAN DAN MINUMAN FERMENTASI TRADISIONAL INDONESIA

Tempe, salah satu makanan favorit saya ☺☺☺, murah dan sehat. Tempe bisa diolah menjadi camilan, lauk, dan bahkan bisa di campur dalam sayur. Nggak bikin bosen deh bahan yang satu ini. Bahan makanan ini merupakan salah satu sumber protein bagi kita. Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasi.

FERMENTASI


Fermentasi merupakan sebuah proses pengubahan bahan mentah menjadi makanan karena adanya pertumbuhan maupun aktivitas metabolisme dari mikroorganisme yang kita inginkan. Mikroorganisme yang terlibat dalam proses ini adalah bakteri, khamir, dan jamur. Mereka ini menggunakan komponen-komponen yang ada di dalam bahan mentah untuk mendapatkan energi, bertumbuh, berkembang biak, dan menghasilkan berbagai bahan berguna lainnya.

Dalam beberapa proses fermentasi, terjadi pergantian populasi mikroorganisme. Mikroorganisme yang pertama menggunakan bahan mentah untuk berkembang biak dan menyediakan komponen yang diperlukan untuk mikrooganisme selanjutnya, karena mikroorganisme ini tidak bisa langsung menggunakan bahan mentah yang ada. Mikroorganisme yang kedua ini selanjutnya berkembang biak dan menghasilkan berbagai substrat yang diperlukan oleh mikroorganisme selanjutnya.
Contohnya adalah fermentasi tape.  Mikroorganisme yang terlibat pertama kali dalam fermentasi adalah berbagai jenis khamir dan jamur, diantaranya Aspergillus, Sacharomyces cereviceae dan Rhizopus orizae. Khamir dan jamur ini akan menggunakan karbohidrat yang terkandung di dalam singkong dan mengubahnya menjadi alkohol. Selanjutnya bakteri Acetobacter akan mengubah alkohol menjadi asam asetat. Oleh karena itu, tape yang sudah berumur lebih dari 3 hari akan berasa asam.

Tujuan utama fermentasi adalah untuk mengawetkan bahan makanan. Selain itu proses ini juga menghasilkan berbagai komponen yang dapat meningkatkan cita rasa dan nilai ekonomi dari suatu bahan mentah. Beberapa bahan makanan hasil fermentasi ternyata juga memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari bahan dasarnya.


Makanan dan minuman fermentasi tradisional Indonesia


Keju, yoghurt, dan kefir adalah makanan fermentasi dengan bahan dasar susu. Kimchi merupakan sayuran yang difermentasikan. Sake juga merupakan hasil dari proses fermentasi. Makanan dan minuman tersebut berasal dari luar negeri, dan telah dikenal di berbagai belahan dunia. Bagaimana dengan negara kita?

Negara kita pun memiliki berbagai makanan khas. Dan banyak juga yang merupakan hasil fermentasi. Ada beberapa diantaranya yang juga sudah banyak dikenal oleh bangsa lain. Wah, kita patut berbangga...
  1. Tempe; sepertinya merupakan salah satu makanan fermentasi khas Indonesia yang paling terkenal. Mengapa? Karena gaungnya sampai ke berbagai negara mancanegara. Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus. Bagian putih dari tempe itulah jamurnya. Jika fermentasi dilanjutkan maka jamur ini akan digantikan oleh bakteri, yang menyebabkan aroma busuk dan tempe tampak lembek. Namun ternyata kondisi ini menghasilkan kandungan gizi yang lebih baik. Tempe yang sudah beraroma busuk ini memiliki kandungan vitamin yang lebih tinggi daripada tempe yang masih bagus. Tidak heran jika di Jawa, orang masih menggunakan tempe busuk ini untuk memasak karena aroma akhir masakan yang diperoleh jauh lebih menggugah selera makan.
    Tempe
    Tempe (image source: www.detikfood.com)
  2. Tape; merupakan fermentasi dari singkong maupun beras ketan. Tape ini banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Yang terlibat dalam fermentasi ini diantaranya adalah Aspergillus, Sacharomyces cereviceae dan Rhizopus. Khamir dan jamur ini memecah karbohidrat di dalam singkong maupun beras ketan dan mengubahnya menjadi senyawa alkohol. Oleh sebab itulah tape selalu beraroma alkohol. Di daerah Jawa Barat tape ini disebut peyem. Peyem lebih padat dan keras daripada tape. Dan biasa dijual di pinggir-pinggir jalan dengan cara digantung. Sedangkan tape dijual di dalam bungkusan daun.
    Tape
    Tape (image source: www.manfaat.co.id)
  3. Acar; biasanya dibuat dengan memfermentasi ketimun dan wortel. Secara alami fermentasi dilakukan dengan menambahkan garam dan gula. Penambahan garam dan gula dilakukan untuk memacu pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL). Mereka akan menghasilkan berbagai jenis asam yang membuat aroma acar menjadi segar, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk sehingga sayuran yang dibuat acar akan bertahan lebih lama.
    Acar
    Acar (image source: www.resepmasakanpedia.com)
  4. Oncom; merupakan makanan khas Jawa Barat. Dibuat dengan cara memfermentasikan bungkil tahu dengan jamur Mucor sp. Berbeda dengan tempe yang berwarna putih. oncom ini berwarna orange.
    Oncom
    Oncom (image source: www.orenjieculinery.com)
  5. Gatot; terbuat dari singkong yang dikeringkan dan kemudian difermentasi. Bakteri yang terlibat di dalamnya adalah Lactobacillus dan Leuconostoc. Gatot biasanya disantap dengan parutan kelapa muda, jadi rasanya gurih manis.
    Gatot
    Gatot (oimage source: www.kuliner.panduanwisata.id)
  6. Tuak; terbuat dari fermentasi nira dengan bantuan Sacharomyces dan Lactobacillus. Tuak adalah minuman beralkohol khas Indonesia, yaitu Maluku dan Sumatra Utara. Bali juga sudah banyak memproduksi tuak.
    Tuak
    Tuak (image source: www.tanobatak.wordpress.com)
  7. Dadih; merupakan susu fermentasi khas dari daerah Sumatera. Masyarakat di sana membuatnya dengan cara memasukkan susu kerbau ke dalam potongan-potongan bambu dan kemudian menutupnya dengan daun pisang. Bakteri yang terlibat dalam fermentasi dadih adalah dari kelompok Lactobacillus, terutama Lactobacillus acidophillus. 
    Dadih
    Dadih (image source: www.id.wikipedia.org)
  8. Brem; merupakan makanan khas Madiun. Brem dibuat dengan memfermentasikan sari beras ketan dengan khamir Sacharomyces cereviceae. Rasa brem adalah manis asam, serta berwarna krem. 
    Brem
    Brem (image source: www.manfaat.co.id)

Manfaat

  • bahan makanan lebih tahan lama kesegarannya (untuk sayur-sayuran)
  • mendapatkan cita rasa yang berbeda dari bahan makanan yang sama
  • meningkatnya nilai gizi suatu bahan makanan (tempe, tape)
  • sumber probiotik (dadih); mau tahu tentang probiotik? silahkan kunjungi BERBAGAI MANFAAT PROBIOTIK BAGI KESEHATAN TUBUH KITA

Ada banyak lagi makanan dan minuman fermentasi tradisional negara kita. Sebagian masih dikerjakan dengan cara tradisional, dan sebagian lagi telah dikerjakan dengan teknologi yang lebih modern untuk mendapatkan standar pengolahan pangan yang baik dan benar. Bagaimana pun teknologi yang digunakan oleh produsen, kita sebagai anak bangsa patut bangga memiliki berbagai jenis makanan dan minuman yang berteknologi, bermanfaat, dan dikenal di berbagai negara. Tidak perlu malu makan tempe, dan bukan makan keju, karena proses dasar pembuatan keduanya adalah sama, yaitu FERMENTASI. ✌✌✌✌✌

Minggu, 23 April 2017

Mengenal Berbagai tipe Biological Safety Cabinet

Gambar seorang peneliti sedang bekerja dengan BSC
Gambar seorang peneliti sedang bekerja dengan BSC
Pernah menonton film yang berbau-bau saintifik? Para penelitinya meneliti virus yang mematikan. Mereka memakai pakaian khusus dan berada di ruangan yang khusus pula, serta memegang berbagai alat-alat yang canggih. Benarkah demikian?
Gambaran di film-film tersebut ada benarnya, meski kadang terlalu lebay... atau bahkan kadang menggelikan karena tidak sesuai kenyataan. Yah, namanya juga film.
Nah, dalam kenyataannya, para peneliti memang memakai pakaian khusus dan berada di ruangan khusus, dan menggunakan berbagai alat yang canggih ketika mereka bekerja. Apa tujuannya? Tujuannya adalah menjaga keselamatan diri sendiri dan lingkungannya, serta hasil penelitiannya bisa dipertanggungjawabkan.
Dari berbagai macam alat yang digunakan dalam penelitian, saya akan membahas 1 jenis alat penting di dalam sebuah laboratorium yaitu Biological Safety Cabinet (BSC) atau Microbiological Safety Cabinet.  Alat ini sempat muncul di film Spiderman 3 lho...

BSC merupakan sebuah meja kerja yang digunakan di dalam sebuah laboratorium untuk bekerja dengan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi. BSC sudah banyak digunakan di Indonesia sekarang ini, menyusul adanya beberapa distributor alat ini yang membuka kantornya di beberapa kota besar. Edukasi penggunaan alat ini masih terus dilakukan oleh para distributor, karena memang pengetahuan tentang alat ini bisa dibilang minim.

LAMINAR AIR FLOW


Laminar Air Flow (LAF) jauh lebih populer di negara kita. Karena memang alat ini lebih dulu ada, dan masih banyak digunakan saat ini. Lalu apa perbedaan LAF dengan BSC?

LAF memberikan perlindungan terhadap produk saja. Produk di sini berarti materi yang sedang dikerjakan atau diteliti. Jadi bagaimana dengan orang yang mengerjakannya? Tidak dilindungi. Mengapa demikian? Mari kita lihat prinsip kerja LAF berikut.
Gambar prinsip kerja Vertikal Laminar Air FLow
Laminar Air Flow (image source: www.cdc.gov)
Gambar tersebut menunjukkan adanya aliran udara masuk dari lingkungan ke dalam LAF melalui filter (C), biasanya HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter, didorong oleh blower (D) sampai melewati meja kerja dan akhirnya keluar melalui A. Udara yang melewati C adalah udara yang sudah bersih, karena sudah disaring oleh filter C. Nah, orang yang bekerja berada didepan A. Sehingga dikatakan LAF hanya melindungi produk atau materi yang dikerjakan, tapi tidak melindungi orang yang bekerja.
Karena itulah LAF ini tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam penelitian dengan mikroorganisme. LAF baik digunakan untuk mengerjakan alat-alat elektronik, IC misalnya, yang perlu udara bersih namun tidak memberikan perlindungan terhadap orang yang mengerjakannya.

Biological Safety Cabinet


BSC sebenarnya merupakan salah satu bagian dari safety system atau sistem keamanan di dalam laboratorium. Sistem ini meliputi ruangan, BSC, dan alat perlindungan diri. Mengapa ini diperlukan?
Ketika dilakukan penelitian tentang penyakit berbahaya, misalnya, maka penelitian tetap harus berjalan, namun tidak mengorbankan keselamatan dari peneliti maupun lingkungan di sekitarnya. Bayangkan saja, sementara dilakukan penelitian tentang virus untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, masakan iya harus ada orang yang menjadi korban karena mengerjakan penelitian itu. Lingkungan juga tidak boleh menjadi tercemar oleh virus tersebut.

Ok, mari kita persempit pembahasan kita ke BSC lagi. Perbedaan mendasar dari BSC dan LAF adalah perlindungan yang diberikannya. Jika LAF hanya melindungi produknya saja, maka BSC juga melindungi personel (orang yang bekerja) dan lingkungan. Jadi BSC melindungi tiga komponen penting, sedangkan LAF hanya satu. BSC direkomendasikan untuk digunakan dalam penelitian dengan mikroorganisme yang berbahaya sekalipun. Mengapa? Mari kita lihat prinsip kerja BSC berikut.
Gambar prinsip kerja BSC
Biological Safety Cabinet (image source: www.cdc.gov)
Pada BSC, udara masuk lewat bagian depan (A) di mana di situ pula orang yang bekerja berada. Udara ini tentu saja adalah udara kotor dari lingkungan di luar BSC. Udara ini masuk melewati bagian bawah meja kerja, ditarik ke belakang, selanjutnya naik dan terbagi menjadi dua. Sebagian masuk ke area kerja melewati HEPA filter, dan sebagian lagi didorong keluar ke lingkungan setelah melewati HEPA filter juga.

Tidak ada udara yang keluar melalui bagian depan dan mengarah ke personel, inilah yang menjadikannya aman bagi personel yang bekerja. Udara yang dibuang keluar juga melewati HEPA filter, inilah yang menjadikannya aman bagi lingkungan. Nah bagaimana dengan materi yang sedang dikerjakan di dalamnya? Udara yang berasal dari atas adalah udara bersih, dan udara tersebut telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak berputar-putar di area kerja, namun langsung ditarik ke bagian belakang. Inilah yang menyebabkan materi atau produk yang sedang dikerjakan di dalamnya tidak akan terkontaminasi atau saling mengkontaminasi.

Macam-macam BSC 


  1. BSC tipe I; memberikan perlindungan terhadap personel yang bekerja dan lingkungan. Materi atau produk yang dikerjakan tidak dilindungi. Penggunaan BSC tipe I sudah menurun karena adanya BSC tipe II yang mampu memberikan perlindungan lebih.
  2. BSC tipe II; memberikan perlindungan terhadap personel yang bekerja, materi atau produk yang dikerjakan, dan lingkungan. Prinsip kerja tipe ini sudah saya jelaskan di atas.
  3. BSC tipe III; memberikan perlindungan terhadap personel yang bekerja, materi atau produk yang dikerjakan, dan lingkungan. Perbedaannya dengan tipe II adalah sistemnya tertutup. Jika di tipe II, bagian depan BSC terbuka, maka di BSC tipe III semuanya tertutup. Personel yang bekerja menggunakan sarung tangan, yang terintegrasi dengan badan BSC,  untuk menangani materi atau produk di dalam BSC. Hal ini meningkatkan perlindungan terhadap personel. BSC tipe III biasa digunakan untuk mengerjakan mirkoorganisme yang sangat berbahaya. 
Bagi Anda yang masih penasaran dengan BSC, Anda bisa mengunjungi berbagai situs produsennya dan melihat-lihat model serta kecanggihannya masing-masing.

Jumat, 21 April 2017

BAHAYA PADA JAJANAN DI SEKITAR KITA

Gambar jajanan produksi pabrik
Jajanan. Kata yang sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan setiap hari. Jajanan, berasal dari kata dasar jajan, yang berarti makanan yang dijajakan. Jajanan biasanya berupa makanan dengan porsi kecil dan tidak mengenyangkan tentunya.
Jajanan sangat mudah kita temui di sekitar kita. Di sekolah, mall, rumah sakit, bandara, pasar, tempat wisata, bahkan ada yang menjajakannya dengan berkeliling perumahan. Siapa konsumennya? Tentu saja siapa saja yang ingin mengisi perutnya, namun tidak ingin kenyang. Anak-anak, remaja, sampai orang tua merupakan konsumennya. Tidak heran jika ada banyak sekali, ratusan bahkan mungkin ribuan jenis jajanan di sekitar kita. Dari yang diproduksi oleh pabrik, industri kecil, maupun perorangan. Ada yang dikemas dengan cara profesional (kemasan plastik atau packing bermerek), dikemas dengan sederhana (plastik bening dengan label nama produsen), ataupun dibungkus seketika ketika kita beli (pedagang kakilima).

Pentingkah kita jajan?


Jawabannya antara penting dan tidak penting. Tergantung siapa Anda. Jika anda anak-anak, maka jajanan itu perlu. Kenapa? Anak-anak masih masa pertumbuhan lho...Perlu banyak asupan makanan, yang bergizi tentunya. Jika Anda remaja, maka Anda juga perlu karena masih bertumbuh juga. Kebutuhan makanan paling besar adalah di masa remaja. Jika Anda orang dewasa, sebaiknya jajanan Anda diganti dengan buah atau makanan berserat lainnya. Orang dewasa tidak bertumbuh lagi. Jika makan makanan kecil, yang terjadi malah berisiko obesitas, diabetes, dan lain-lainnya.

Potensi bahaya


Meski tampaknya sepele, tetapi justru jajanan juga bisa menjadi sumber penyakit bagi kita.

  1. Kemasan pabrik; bahaya pada makanan jenis ini adalah bahan tambahan pengawet, gula, dan penyedap rasa. Memang efeknya tidak langsung terasa setelah mengkonsumsinya. Tapi efek akan terasa setelah beberapa tahun ke depan, di mana terjadi akumulasi dan kondisi kesehatan tubuh kita sudah menurun.
  2. Kemasan sederhana; makanan jenis ini biasanya diproduksi oleh industri rumah tangga. Biasanya kemasannya berupa plastik yang diberi label. Potensi bahayanya adalah adanya berbagai bahan tambahan makanan yang tidak terkontrol, adanya kontaminasi bakteri patogen karena penanganan yang tidak sesuai standar, kontaminasi oleh serangga karena pengemasan yang kurang sempurna, dan kurang terkontrolnya tanggal kadaluarsa. 
  3. Kemasan plastik; makanan jenis ini biasanya merupakan jajanan kakilima. Plastik yang digunakan juga merupakan kantong plastik biasa. Makanan yang dijual biasanya gorengan, snack basah, dan mie. Bahaya yang berpotensi muncul adalah kontaminasi dari penjual, kontaminasi dari lingkungan berjualan, proses pengolahan bahan yang seadanya, kontaminasi makanan oleh bahan kimia yang ada pada plastik.


Bahaya mikrobiologis


Bahaya yang dimaksud di sini adalah bahaya yang muncul akibat adanya mikroorganisme pada bahan makanan. Bagaimana mereka bisa ada pada bahan makanan?
  • Bahan mentah; bahan mentah yang digunakan kurang bersih, baik dari asalnya maupun dalam proses pengolahannya. Misalnya sayuran dan buah-buahan yang dari asalnya bersentuhan dengan tanah.
  • Orang yang mengolah; di kulit kita ada Staphylococcus aureus. Nah jika tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan, maka bakteri ini akan berpindah ke makanan yang diolah. Selain itu, perpindahan bakteri bisa terjadi jika si penjual memegang makanan dan uang ketika transaksi.
  • Air; air di sekitar kita mengandung banyak bakteri, diantaranya Escherichia coli, Salmonella, Bacillus dan Shigella. Jika air digunakan untuk mencuci bahan mentah, sedangkan makanan disajikan mentah, misalnya rujak buah-buahan, maka bakteri-bakteri tersebut akan terkonsumsi. 
  • Wadah yang digunakan; wadah ini merupakan wadah yang digunakan untuk menyajikan makanan. Wadah yang tidak bersih atau yang dicuci dengan air yang tercemar merupakan sumber keberadaan bakteri. Wadah makanan lebih aman jika dikeringkan secara alami, bukan dengan dilap menggunakan lap. Karena lap sendiri bisa memindahkan bakteri.
  • Lingkungan; lingkungan tempat berjualan juga sangat penting untuk diperhatikan. Lingkungan yang berada di daerah lalu lalang kendaraan, tentu saja tidak aman. Ada banyak debu yang kemungkinan juga menjadi pembawa bakteri.
  • Binatang; binatang merupakan carier berbagai mikroorganisme, terutama kotorannya. Tempat proses pengolahan makanan sebaiknya jauh dari binatang.


Bahaya kimia


Potensi bahaya ini berasal dari herbisida, fungisida, insektisida, pupuk, bahkan obat-obatan yang pernah diberikan kepada hewan ternak. Selain itu juga bahan tambahan makanan dan kemasan yang digunakan. Perpindahan bahan kimia bisa terjadi dari kemasan plastik atau tinta dari kemasan kertas yang digunakan. Maka jika kita berencana membeli makanan dari luar, sebaiknya kita membawa wadah sendiri, atau meminta wadah yang plastiknya aman atau dari kertas yang tidak mengandung tinta. Gorengan yang dibungkus plastik hitam ataupun koran bekas sebaiknya dihindari. Bakso dibungkus dengan plastik.


Bahaya fisik


Potongan kertas, plastik, kerikil, benang, maupun isi hekter bisa menjadi bahaya fisik yang ada pada makanan. Berbahaya kalau tertelan, kita akan memerlukan bantuan medis.

Gangguan kesehatan yang timbul


Berbagai bahaya di atas tentu saja bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Diantaranya:
  • Keracunan makanan; sebagai akibat adanya mikroorganise pembawa toksin/racun maupun mikroorganisme penyebab infeksi. Lebih jelas tentang keracunan makanan, silahkan klik PENYEBAB KERACUNAN MAKANAN DAN PENCEGAHANNYA
  • Kanker; sebagai akibat dari akumulasi berbagai bahan kimia yang juga ada di dalam makanan. Efeknya jangka panjang.


Makanan homemade


Mengingat resiko bahaya dan gangguan kesehatan yang muncul,  homemade food atau makanan buatan rumah rasanya lebih aman. Mengapa?
Homemade food lebih terjamin kebersihannya, lebih fresh, tanpa bahan pengawet, dan tanpa bahan tambahan makanan (penyedap rasa misalnya). Lingkungan pun lebih terjaga. Memang diperlukan perjuangan untuk memasak sendiri. Belanja bahan mentah, mengolah makanan, membersihkan, menyajikan, dan menyimpannya. Perlu waktu dan tenaga.
Pilihan ada di tangan Anda sendiri. Mau praktis atau repot? Mau sehat atau sakit? Setiap pilihan mengandung konsekuensi. 

Gambar makanan homemade
Gambar tahu isi homemade

Rabu, 19 April 2017

PENYEBAB KERACUNAN MAKANAN DAN PENCEGAHANNYA

Keracunan makanan? Sering mendengar atau membaca beritanya bukan? Ironis. Karena sebagian besar kejadian tersebut terjadi di tengah-tengah pesta atau hajatan. Peristiwa yang seharusnya menyenangkan tapi berubah menjadi petaka karena makanan. Keracunan makanan juga sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pabrik. Tak tanggung-tanggung, korbannya bisa mencapai puluhan. Lebih menyedihkan lagi jika sampai ada yang meninggal.

Gambar keracunan makan
Keracunan makanan (image source: www.regional.liputan6.com)

Apa Itu Keracunan Makanan ?


Keracunan makanan adalah sebuah kondisi tidak nyaman/sakit yang terjadi setelah seseorang mengkonsumsi makanan tertentu. Peristiwa ini sering terjadi di negara kita dan di negara berkembang lainnya. Menurut Badan POM, di tahun 2016 telah terjadi hampir 200 insiden keracunan secara nasional, di mana hampir 90 % nya adalah keracunan makanan.

Image source: www.ik.pom.go.id

Mengapa keracunan terjadi?


Secara umum keracunan makanan terjadi karena kurangnya kesadaran akan higienitas dan sanitasi, serta proses pengolahan makanan juga penting untuk diperhatikan. Untuk unit usaha, pengemasan menjadi hal yang tak kalah penting juga.

Penyebab terjadinya keracunan makanan adalah bakteri, virus, protozoa, dan parasit. Nah keduanya berhubungan dengan kebersihan khan? Oleh karena itulah kebersihan dalam hal makanan itu penting.

Mikroorganisme dapat menyebabkan keracunan makanan


Ketika terjadi kasus keracunan makanan, maka biasanya pihak departemen kesehatan akan mengambil sampel makanan yang sebelumnya dikonsumsi oleh korban. Sampel dibawa ke laboratorium untuk diuji dan dicari tahu penyebab keracunannya. 

Penyebab keracunan makanan ada dua, yaitu:
  1. Intoksikasi; keracunan disebabkan oleh toksin atau racun yang ada di dalam makanan. Toksin ini bisa berasal dari mikroorganisme maupun bahan kimia buatan manusia. Di sini akan dibahas intoksikasi yang disebabkan oleh toksin dari mikroorganisme.
  2. Infeksi; keracunan disebabkan oleh mikroorganisme yang ada di dalam makanan. Mikroorganisme di sini masih dalam keadaan hidup. Mikroorganisme yang dimaksud di sini adalah bakteri, virus, protozoa, dan parasit.

Intoksikasi

Staphylococcus

Dari sekitar 20-an anggota genus ini, Staphylococcus aureus adalah species yang paling banyak menyebabkan keracunan makanan. Bakteri ini terdapat di keju olahan, susu, butter, es krim, daging yang sudah dimasak, salad, dan makanan-makanan yang bersentuhan langsung dengan tangan kita. Mengapa? Tangan kita ini sumbernya loh...
Bakteri ini suka pada bahan makanan yang suhunya sama dengan suhu tubuh kita, yaitu sekitar 37℃, dan pH-nya sekitar 6.5-7.5. Bakteri ini bisa tumbuh dalam lingkungan aerobik (ada oksigen) maupun anaerobik (tanpa oksigen).
Gejala keracunan toksin staphilokoki adalah mual, muntah, kram perut, diare, sakit kepala, kejang otot, dan ada juga yang mengalami kenaikan suhu badan. Gejala muncul antara 1 - 6 jam setelah konsumsi makanan.
Keracunan ini bisa diatasi dengan pemberian cairan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Clostridium botulinum


Bakteri ini menyebabkan keracunan yang disebut dengan botulisme. Mereka banyak terdapat di tanah dan air. Mereka mengkontaminasi makanan melalui penanganan atau pengolahan yang tidak baik.
Clostridium adalah bakteri yang obligat anaerob atau tidak memerlukan oksigen sama sekali untuk pertumbuhannya.
Gejala keracunan botulisme ini terjadi antara 12 - 36 jam, namun bisa lebih cepat jika toksin yang terkonsumsi lebih banyak. Gejalanya adalah mual, muntah, diare, lemas, pusing, pandangan menjadi doubel, kesulitan menelan dan berbicara. Lebih lanjutnya adalah kelumpuhan pada otot, bahkan sampai pada sistem pernafasan dan jantung.
Penanganan yang paling tepat adalah dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat, untuk mencegah kelumpuhan yang terjadi.


Bacillus cereus


Bacillus secara alami terdapat di tanah, susu, herba, bumbu-bumbuan, berbagai makanan kering, dan daging. Bahkan nasi dan sayuran bisa mengandung bakteri ini. 
Gejala keracunan Bacillus adalah mual, muntah, keram perut, dan diare, serta bisa nampak setelah 1 - 16 jam. 


Mikotoksin


Toksin ini dihasilkan oleh kelompok jamur, seperti Fusarium, Claviceps, Aspergillus, dan lain sebagainya. Toksin yang dihasilkan menyebabkan diare, kontraksi otot, sampai pada kanker. Kelompok jamur banyak ditemui pada produk pati, jagung, dan kacang-kacangan.


Infeksi


Salmonella typhi


Salmonella typhi merupakan penyebab penyakit tipus. Bakteri ini secara alamiah terdapat di dalam sistem pencernaan kita. Infeksi terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri ini. Kontaminasi bisa terjadi ketika bahan makanan tercemar oleh feces. Misalnya dicuci dengan air yang mengandung bakteri ini, atau diolah oleh seseorang yang telah sembuh dari tipus. 
Bahan makanan yang memiliki potensi mengandung Salmonella adalah daging sapi, daging ayam, dan daging babi. Selain itu bahan yang tidak dimasak sempurna, bahan mentah yang terkontaminasi, dan adanya kontaminasi silang juga bisa menjadi sumbernya. 

Shigella dysenteriae


Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit disentri, dengan gejala diare, feces yang berdarah, dehidrasi, demam, dan muntah. Gejala biasanya muncul antara 1 - 7 hari. Penularan  penyakit ini bisa melalui kontak langsung maupun  melalui makanan dan air yang tercemar. Rendahnya higienitas menyebabkan penyakit ini mudah menular. Penanganan penyakit ini menggunakan antibiotik.


Escherichia coli


Bakteri ini menyebabkan diare, dengan masa inkubasi atau munculnya gejala antara 8 - 44 jam. Gejalanya adalah demam, keram perut, dan diare. Pada diare yang parah juga terjadi perdarahan. Daging sapi, daging babi, dan daging ayam yang terkontaminasi bisa menjadi sumber keberadaan bakteri ini. 


Campylobacter jejuni


Campylobacter merupakan penyebab diare dengan gejala keram perut, demam, mual, muntah, terkadang juga terjadi perdarahan. Bahan-bahan makanan yang berasal dari hewan merupakan sumber dari bakteri ini.


Yersinia enterocolitica


Penyakitnya disebut dengan yersiniosis, dengan gejala diare, demam, sakit kepala, keram perut, dan muntah. 


Vibrio cholerae


Vibrio ini merupakan penyebab penyakit kolera. Gejalanya adalah keram perut dan diare yang berair. Makanan dan air yang tercemar merupakan sumber bakteri ini. 


Pencegahan


Keracunan makanan bisa dicegah bila kita higienis. Selain itu lingkungan kita juga bersih. Berikut beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan  untuk mencegah terjadinya keracunan makanan.
  • mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan
  • mencuci tangan sebelum makan
  • mencuci tangan setelah menggunakan toilet
  • mengolah makanan menggunakan peralatan yang bersih
  • mencuci atau membersihkan bahan mentah sebelum dimasak
  • meletakkan makanan pada suhu ruang kurang dari 2 jam
  • mengolah makanan dengan benar
  • tidak meletakkan makanan yang sudah masak di dekat bahan mentah untuk mencegah kontaminasi silang
  • menyimpan bahan makanan beku di dalam freezer
  • tidak mengkonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa
  • tidak mengkonsumsi makanan kemasan yang kemasannya sudah menggelembung
  • menjaga kebersihan dapur dan yempat mengolah makanan
  • menyimpan makanan pada suhu di bawah 5℃ atau di atas 60℃

Senin, 17 April 2017

AIR ALKALI, BENARKAH BERMANFAAT BUAT KESEHATAN?


Minum air alkali"Minum air putih paling sedikit 2 liter sehari!" Peringatan yang sering kita temui, supaya sehat katanya. Benarkah demikian? Yang jelas air adalah kebutuhan pokok kita, lebih dari sandang dan papan. Mengapa? Air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup, tanpa air tidak ada yang bisa hidup. Kebutuhan air setiap orang juga berbeda, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Seorang atlit lebih banyak membutuhkan asupan air daripada orang yang bekerja di kantor. Orang yang bekerja di lapangan lebih banyak membutuhkan minum daripada orang yang bekerja di dalam ruangan.

Di dalam tubuh kita ada sekitar 60 - 80 % air. Air tersebut ada dalam bentuk larutan (campuran antara air dan bahan lain). Contohnya air ludah, air seni, serum, dan bahkan darah kita pun mengandung air.

Fungsi air di dalam tubuh kita adalah:
  • membantu metabolisme tubuh kita
  • menjaga keseimbangan suhu tubuh
  • melarutkan molekul-molekul bahan makanan yang akan diserap oleh tubuh
  • bersama dengan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh
  • mengeluarkan toksin dari dalam tubuh melalui urin dan keringat

Kekurangan air menyebabkan tubuh kita kekurangan cairan, dan akan menyebabkan berbagai macam penyakit. Gejala awal kekurangan cairan adalah dehidrasi, yang diawali dengan rasa haus. Jadi segeralah minum air bila terasa haus, jangan ditunda-tunda ya...

Air Minum


Kita pun disarankan untuk tidak sembarangan minum air. Air bersih belum tentu layak minum. Persyaratan air minum adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung logam-logam berat, dan tidak mengandung bakteri koliform.

Air bersih menjadi permasalahan di berbagai kota dan negara. Hal ini terjadi karena kurangnya ketersediaan air tanah akibat dari penggunaan lahan sebagai daerah pemukiman. Daerah resapan air hujan pun berkurang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kini sebagian besar orang memilih untuk membeli air dalam kemasan untuk minum. Dan kini semakin banyak pilihan merek air minum kemasan. Kita bisa memilih air minum sesuai budget yang kita miliki. Mau yang murah atau yang mahal? Banyak pilihannya.

Namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan air minum dalam kemasan, semakin banyak pula produsen yang tidak memperhatikan kelayakan produknya. Kita sebagai konsumen yang harus jeli memilih produk yang bagus, artinya memenuhi standar kelayakan air minum. Mengapa?

Minum juga merupakan sebuah investasi. Investasi kesehatan. Efek dari minum air akan terasa 5 - 10 tahun ke depan. Minum tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tapi merupakan cara kita untuk membantu tubuh kita melakukan metabolismenya dengan maksimal. Jadi bagaimana tubuh kita 5 - 10 tahun mendatang, tergantung dari air apa yang kita minum sekarang ini.


AIR ALKALI


Sebenarnya saya penasaran dengan air alkali ini, karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi kita. Benarkah? Kita bisa dengan mudah menemukan air alkali di pasaran sekarang ini, yah dengan harga lebih mahal daripada air mineral biasa.

Untuk menjawab rasa penasaran saya, saya pun mulai menelusur berbagai informasi. Ternyata penelitian yang berhubungan dengan air ini sudah dimulai sekitar 6 atau 7 dekade yang lalu di Jepang. Penelitian mereka terus berlanjut sampai saat ini. Telah banyak dibuat peralatan untuk menghasilkan air alkali.


Image source from: www.sciencedirect.com

Prinsipnya adalah air biasa dimasukkan ke dalam sebuah tangki dan kemudian dilewatkan pada sebuah rangkaian listrik yang terdiri dari anoda dan katoda. Setelah dialiri listrik maka air di daerah katoda menjadi kaya molekul hidrogen dan memiliki pH antara 8 - 10, bahkan lebih. Air yang diperoleh dari sinilah yang selanjutnya disebut sebagai air alkali.

Air alkali yang direkomendasikan untuk minum adalah yang memiliki pH 8 - 10. Sedangkan air yang memiliki pH di atas 10 tidak direkomendasikan untuk diminum.

Air di daerah anoda bersifat asam dan dapat digunakan untuk sanitasi, bersih-bersih rumah misalnya...☺☺

Apa manfaat bagi kesehatan kita?


Sampai saat ini penelitian tentang air alkali masih terus dilakukan di berbagai negara, terutama tentang efeknya bagi kesehatan manusia. Para peneliti mencoba mencari jawaban dari pertanyaan "bagaimana bisa?". Penelitian dilakukan secara in vitro, in vivo, dan secara klinis.

Secara klinis, biasanya para dokter mengamati langsung efek pemberian air alkali pada pasien yang sedang opname di rumah sakit dan mengkonsumsi air ini. Sedangkan di laboratorium, para peneliti menggunakan hewan percobaan.

Inilah beberapa manfaat kesehatan dari air alkali:
  • menurunkan tekanan darah, dengan mengkonsumsi selama 2-3 bulan, karena air ini melarutkan kolesterol di dalam pembuluh darah
  • mempercepat proses penyembuhan, karena air ini dapat menetralkan toksin
  • menetralkan asam lambung
  • menurunkan kadar gula darah, karena memicu peningkatan produksi insulin
  • menekan pertumbuhan sel kanker
  • menurunkan kadar asam urat
  • memperbaiki fungsi hati
  • menyembuhkan maag dan mencegah kambuhnya maag
  • menyembuhkan hipertensi dan hipotensi
  • menyembuhkan alergi, seperti: asma, dermatitis
  • menyembuhkan diare persisten
  • mempercepat proses penyembuhan setelah operasi
  • memperbaiki kadar serum bilirubin pada bayi yang baru lahir
  • menyembuhkan konstipasi
  • mencegah terjadinya obesitas


Mengapa?


Air alkali mengandung antioksidan dan ion kalsium yang lebih tinggi daripada air biasa. Kandungan ini dapat meningkatkan fungsi hati, menetralkan toksin, dan mengontrol keasaman, yang terjadi karena banyak konsumsi daging dan gula. Hal-hal inilah yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap alergi. 

Bagi orang yang konsumsi karbohidrat dan proteinnya tinggi maka kebutuhan akan vitamin dan mineralnya juga tinggi. Jika konsumsi vitamin dan mineralnya kurang maka akan terjadi obesitas, karena tubuh kekurangan zat-zat yang diperlukan untuk metabolisme karbohidrat dan protein. Nah, air alkali ini mampu menyediakan mineral-mineral yang dibutuhkan, sehingga dapat mencegah obesitas.

Air alkali juga mampu menghilangkan radikal bebas sehingga air ini berpotensi sebagai pencegah kanker.


Manfaat di masa depan


Manfaat lain yang saat ini sedang diteliti adalah kemampuan air alkali untuk mencegah penyakit neurodegeneratif  dan penyumbatan arteri. Penelitian menunjukkan hasil yang baik pada tikus percobaan. Kita tunggu hasilnya ya...

Rabu, 12 April 2017

PREBIOTIK, SINBIOTIK, MENGAPA BAIK BUAT TUBUH KITA

Probiotik, prebiotik? Bukan, itu bukan salah tulis atau salah dengar. Itu memang dua istilah yang berbeda.  Probiotik adalah makanan tambahan yang berupa sel mikrobia hidup yang memberikan keuntungan bagi kita dengan cara memperbaiki kondisi usus jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Apa itu prebiotik?


Sedangkan  prebiotik adalah komponen bahan makanan yang tidak dapat dicerna oleh kita, namun dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi kita dengan cara memacu pertumbuhan bakteri baik di dalam kolon. Yah…istilah gampangnya sih prebiotik adalah makanannya bakteri probiotik.  Seperti juga kita dan makhluk hidup lainnya, probiotik juga butuh makanan supaya tetap hidup.


Kapan bahan makanan masuk kategori prebiotik?

  • Tidak bisa diserap di dalam saluran pencernaan kita
  • Dapat memacu pertumbuhan probiotik di dalam kolon kita
  • Dapat difermentasi oleh probiotik
  • Dapat mengubah komposisi bakteri di dalam saluran pencernaan kita menjadi lebih sehat
Semua persyaratan tersebut harus terpenuhi untuk masuk dalam kategori prebiotik, tidak bisa hanya salah satu. Banyak uji coba yang dilakukan baik in vitro maupun in vivo. Uji coba in vitro adalah uji coba menggunakan bahan-bahan di laboratorium, sedangkan uji coba in vivo adalah uji coba menggunakan hewan percobaan.

Apa saja yang termasuk ?

  • Fruktooligosakarida (FOS)/Inulin
  • Glukooligosakarida (GOS)
  • Transgalaktooligosakarida (TOS)
  • Isomaltooligosakarida (IMO)
  • Rafinosa
  • Stakiosa
  • Xilooligosakarida
  • Laktulosa
  • Galaktooligosakarida

Nah, prebiotik yang banyak digunakan saat ini adalah inulin/FOS dan GOS. Perhatikanlah, sudah banyak makanan yang beredar saat ini yang mencantumkan adanya inulin didalamnya. Benar atau tidaknya tentang kandungan inulin dalam sebuah produk makanan kemasan, yang pasti sudah dilakukan experiment oleh pihak produsen.

Mengapa kita tidak bisa mencerna bahan ini?


Kita bisa mencerna berbagai macam bahan makanan karena tubuh kita memproduksi enzim yang dapat memecah komponen-komponen bahan makanan yang selanjutnya dapat kita serap.  Dalam kasus prebiotik ini, tubuh kita tidak memproduksi enzim yang dapat memecah komponen-komponen prebiotik sehingga bahan makanan ini tidak dapat diserap tubuh kita.

Yang memiliki enzim untuk memecah prebiotik adalah bakteri probiotik, terutama Bifidobacterium. Bakteri ini bisa mencerna fruktoolligosakarida atau inulin, dan kemudian akan menghasilkan berbagai senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan usus kita.

Apa keuntungan kita mengkonsumsinya?


  • Mencegah konstipasi
  • Meningkatkan frekuensi dan volume buang air besar
  • Menstimulasi pertumbuhan bakteri yang menguntungkan (Bifidobacteria dan Lactobacilli)
  • Menekan pertumbuhan bakteri pathogen
  • Mengatur system imun
  • Mencegah kanker kolorektal
  • Menurunkan kadar kolesterol darah
  • Menurunkan trigliserida serum darah
  • Mencegah terjadinya diare

Makanan apa saja yang mengandung prebiotik?


  • Kedelai
  • Gandum
  • Pisang
  • Bawang putih
  • Kacang hijau
  • Susu bubuk yang sudah diformulasikan dengan prebiotik (biasanya susu formula buat anak-anak)

Gambar produk susu yang mengandung prebiotik

Tidak sulit khan menemukan sumber prebiotik di sekitar kita?

Saat ini pun sedang banyak dilakukan penelitian untuk menemukan sumber-sumber baru prebiotik. Kita tunggu saja bahan makanan apa yang ada di sekitar kita yang mengandung prebiotik. Melimpahnya kekayaan alam di negara kita ini merupakan sumber pencarian yang bagus bagi para peneliti.

SINBIOTIK


Tren yang ada saat ini adalah sinbiotik. Wah apa lagi itu? Sinbiotik merupakan gabungan antara probiotik dengan prebiotik di dalam satu produk. Dasar pemikiran adanya sinbiotik adalah seberapa banyak pun  probiotik yang kita konsumsi, tapi kalau probiotik di dalam usus kita tidak tumbuh dan berkembang dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal.


Probiotik yang kita konsumsi tidak akan bertahan lama jika tidak ada substrat bagi pertumbuhannya. Dengan kata lain tidak ada makanan bagi pertumbuhannya. Sama halnya dengan kita, jika kita ingin sehat maka kita akan mengkonsumsi makanan yang sehat. Probiotik akan maksimal pertumbuhannya dan potensinya jika kita beri makan juga. Nah, prebiotik inilah makanannya.


Menggabungkan probiotik dan prebiotik bukanlah hal yang mudah. Lagi-lagi berbagai uji coba dilakukan oleh para peneliti. Mengapa? Karena bakteri probiotik juga pilih-pilih. Mereka hanya menggunakan prebiotik tertentu yang dapat mereka cerna. Sama seperti kita, setiap orang memiliki makanan favorit yang berbeda. Bakteri probiotik pun demikian.

Ketika mereka menemukan makanan yang mereka sukai, maka mereka akan tumbuh maksimal dan menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan usus kita. Aku kenyang, aku senang, aku kerja maksimal. Slogan yang tidak hanya berlaku buat kita tapi juga buat bakteri ya….

Jadi uji coba yang dilakukan oleh para peneliti adalah mencari bakteri probiotik yang dapat tumbuh dengan baik jika diberikan prebiotik tertentu. Mereka mencoba berbagai kombinasi secara in vitro, selanjutnya menggunakan hewan percobaan (in vivo). Setelah diperoleh hasil yang bagus dengan hewan percobaan, mereka akan menguji secara klinis, di sini diperlukan adanya sukarelawan. Setelah membaca penjelasan ini mungkin ada yang bersedia  menjadi sukarelawan? Hehehe...☺☺

Jadi sinbiotik yang ada di pasaran kini sudah melalui serangkaian uji coba yang panjang sebelum akhirnya dijual ke konsumen.

Konsumsi sinbiotik akan memberikan hasil yang lebih maksimal bagi kita. Karena kita memasukkan probiotik ke dalam tubuh kita sekaligus dengan makanannya. Konsumsi probiotik secara kontinyu akan menjaga jumlah bakteri ini di dalam usus tetap tinggi, dan dibarengi dengan prebiotik untuk menjaga kelangsungan hidup probiotik di dalam usus. Ketika bakteri probiotik hidup dan berkembang dengan baik maka mereka akan menghasilkan komponen-komponen yang baik bagi usus kita, yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan kita.

Gambar produk susu yang mengandung prebiotik
Gambar Synbio, salah satu produk sinbiotik