Tuesday, May 30, 2017

Review Mikrobiologis tentang Keamanan Infused Water

Infused water sedang menjadi trend sekarang ini. Botol minuman yang di dalamnya terdapat air yang berisi potongan sejenis atau beberapa jenis buah-buahan. Selain itu sayuran, bunga, bahkan rempah-rempah pun bisa digunakan. Air ini diklaim memiliki manfaat kesehatan, diantaranya sebagai sarana untuk detoksifikasi, mampu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol darah, mencegah darah tinggi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Saya belum menemukan hasil penelitian tentang manfaat infused water ini.
Review Mikrobiologis tentang Keamanan Infused Water
Infused Water (image source: www.Vemale.com)

Pembuatannya pun tidak sulit. Cukup sediakan botol beserta air mineral, masukkan potongan buah-buahan, sayuran, atau rempah yang telah disiapkan. Buah-buahan yang dimasukkan bisa satu macam atau beberapa macam, tergantung selera. Selanjutnya masukkan ke dalam kulkas selama 2 jam, atau di ruang terbuka selama semalam. Hasilnya adalah air segar beraroma buah-buahan atau sayuran. Semakin lama didiamkan, aromanya akan semakin tercium.
Menurut saya, ini sangat berguna bagi orang yang ingin mengkonsumsi lebih banyak air, namun memiliki kendala dengan air mineral yang tidak berasa. Butuh perjuangan memang untuk mengkonsumsi sesuatu yang tidak berasa, meskipun itu sangat penting bagi tubuh kita. Bagaimana tidak? Air ada di dalam tubuh kita sebanyak 60-70%. Berkurangnya pun sangat mudah, apalagi di negara kita yang tropis ini. Air di dalam tubuh kita berkurang melalui urin, keringat, air mata, dan bahkan air ludah. Kekurangan air menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal, atau berujung pada kematian.

Dalam artikel ini saya akan membahas infused water secara mikrobiologis, dari bahan dan peralatan yang digunakan untuk mempersiapkannya. Lebih jauh mengenai manfaatnya bisa Anda searching di internet.

1. Air

Komponen utama dalam infused water adalah air itu sendiri. Gunakanlah yang memang layak minum. Bisa yang sudah dididihkan dan kemudian didinginkan, atau bisa menggunakan air mineral yang bisa dengan mudah kita dapatkan di pasaran. 

2. Buah, sayur, rempah

Buah-buahan yang biasa digunakan dalam infused water adalah lemon, strawberry, kiwi, mangga, dan anggur. Daun mint juga biasanya ditambahkan. Pastikan bahwa buah yang digunakan benar-benar aman, yang artinya tidak akan menimbulkan penyakit atau bahaya bagi tubuh Anda. Bagaimana memilihnya? Kondisi mereka sangat bergantung pada keadaan awalnya ketika dipanen, proses pengemasan, transportasi, handling di tempat penjualan atau pasar, serta kondisi lingkungan. Yang dijual di pasar tradisional tentu saja lebih berisiko. Sedangkan yang dijual di pasar swalayan juga bukan berarti tidak berisiko, meskipun lingkungannya jauh lebih bersih daripada pasar tradisional. Oleh karena itu Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan sangat penting, karena kita bisa melihat mana yang aman dan mana yang tidak. Karena kandungan karbohidrat dan asam yang tinggi maka mikroorganisme yang menyebabkan kerusakannya adalah jamur, khamir, dan bakteri tahan asam. Kerusakan ditandai dengan munculnya aroma asam yang berlebihan, nampak benang-benang putih atau hitam tanda adanya jamur, tampak berair, dan permukaan yang lembek. Hindari menggunakan buah-buahan yang seperti ini. Sebelum digunakan, cucilah dahulu dengan air hangat. Selain dapat menghilangkan debu, pencucian ini juga akan mengurangi jumlah mikroba yang kemungkinan ada di permukaannya.
Sayuran yang biasa digunakan adalah ketimun dan wortel. Kedua sayuran ini sama dengan buah-buahan. Keduanya mudah rusak oleh jamur, khamir, dan bakteri tahan asam. Ketika mengalami kerusakan, kenampakannya pun sama dengan buah-buahan. Hindari menggunakan sayuran yang sudah rusak, karena berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan.
Rempah-rempah yang bisa Anda gunakan adalah kayu manis dan jahe. Kedua bahan inipun mudah mengalami kerusakan oleh jamur. Sebelum digunakan, cuci dengan air hangat sampai bersih.


3. Pisau dan telenan

Dalam artikel Mengenal Berbagai Bahaya di Dapur Rumahan dan Cara Mengatasinya, saya memaparkan 3 bahaya di dalam dapur kita yang salah satunya adalah bahaya mikrobiologis. Potensi bahaya mikrobiologis bisa berasal dari air, bahan mentah, dan tangan kita sendiri. Pisau dan telenan adalah peralatan dapur yang selalu kita gunakan untuk memotong bahan mentah untuk dimasak. Kedua alat ini tidak lepas dari potensi bahaya mikrobiologis. Keduanya bisa mengandung E. coli dan Enterobacteriaceae yang berasal dari air, ketika kita mencucinya. Bahan mentah juga bisa menjadi sumber kontaminasi dari Salmonella serta Pseudomonas aeruginosa. Untuk mencegah kontaminasi silang ini, sebaiknya bedakan pisau dan telenan yang digunakan untuk memasak dan untuk membuat infused water. Keduanya pun harus segera dicuci sesaat setelah digunakan. Jika tidak, maka Anda memberikan kesempatan kepada berbagai mikroba untuk tumbuh di sana.

4. Botol

Botol atau wadah apapun yang digunakan untuk membuat infused water pun harus bersih. Botol plastik ataupun kaca bisa dipakai. Cuci bersih dan biarkan kering secara alami. Hindari menggunakan wadah yang dicuci sesaat sebelum digunakan, karena lap yang kita gunakan pastinya mengandung banyak mikrobia. Kita sedang memindahkan mikrobia dari kain lap ke wadah kita. Jika memang terpaksa harus menggunakan botol yang baru saja dicuci, maka bilaslah dengan air mendidih, untuk mengurangi jumlah mikrobia patogen yang mungkin menempel bersamaan dengan air yang kita gunakan untuk mencuci. Jangan lupa untuk segera mencuci kembali setelah selesai digunakan, karena jika tidak maka kita sedang mengundang mikrobia untuk mampir dan berkembang biak di dalam botol atau wadah kita. 

Kebersihan tangan sebelum membuat infused water juga penting untuk diperhatikan. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih harus dilakukan. Sebaiknya gunakan disposable glove atau sarung tangan sekali pakai untuk melakukan persiapan, untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh Staphylococcus aureus yang berasal dari tangan kita.

Bakteri Patogen yang Resisten Terhadap Antibiotik

Antibiotik merupakan salah jenis obat yang paling sering diresepkan oleh dokter. Saya yakin Anda pun pasti pernah mengkonsumsinya. Sebenarnya obat ini hanya digunakan jika terindikasi terjadi infeksi oleh bakteri patogen. Jika tidak ada indikasi tersebut, maka seharusnya tidak perlu diresepkan. Selain itu pemberian antibiotik juga dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi, misalnya pasca operasi.
Seperti obat yang lain juga, antibiotik memiliki dosis minum. Ketika dokter meresepkannya, sudah ada perhitungannya. Oleh karena itu kita disarankan untuk tidak mengkonsumsinya dengan sembarangan, tapi harus dengan resep dokter. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika kita mengkonsumsi antibiotik tanpa petunjuk dokter, yaitu dosisnya kurang atau kelebihan. Dosis yang kurang bisa menyebabkan infeksi semakin parah, sedangkan dosis yang kelebihan akan menyebabkan terjadinya resistensi patogen terhadap antibiotik.
Pada bulan Februari yang lalu, WHO (World Health Organization) merilis daftar bakteri yang resisten terhadap antibiotik tertentu. Daftar ini merupakan hasil kolaborasi mereka dengan Division of Infectious Diseases University of Tübingen Jerman. Mereka membaginya mejadi 3, yaitu kritikal (prioritas utama), prioritas tinggi, dan prioritas sedang.
Resistensi Patogen terhadap Antibiotik
Resistensi Patogen terhadap Antibiotik

Kriteria

  • seberapa mematikan infeksi yang disebabkannya
  • seberapa lama waktu yang diperlukan untuk proses pengobatannya
  • seberapa sering mereka resisten terhadap antibiotik yang ada
  • seberapa mudah penularannya
  • apakah bisa dicegah , misalnya melalui higienitas atau vaksinasi
  • masih ada berapa banyak lagi pilihan pengobatan yang bisa dilakukan
  • apakah obat baru untuknya sudah diteliti

Kelompok kritikal

  1. Acinetobacter baumannii - resisten terhadap karbapenem. Bakteri ini merupakan penyebab infeksi utama pada pasien di rumah sakit, dan banyak ditemukan di area tersebut yaitu di tanah maupun airnya. 
  2. Pseudomonas aeruginosa - resisten terhadap karbapenem. Mikrobia ini dapat ditemukan di air dan tanah, dan merupakan penyebab utama infeksi nosokomial. Yaitu infeksi yang terjadi selama atau setelah seseorang opname di rumah sakit. Infeksi yang disebabkannya bisa terjadi pada berbagai organ tubuh, yaitu: mata, telinga, hidung, tulang, kandung kemih, paru-paru, bahkan darah. 
  3. Enterobacteriaceae - resisten terhadap karbapenem. Enterobacteriaceae merupakan kelompok bakteri yang secara alami ada di usus manusia maupun hewan mamalia. Bakteri ini juga mudah ditemukan di tanah maupun air. Contohnya adalah Escherichia coli (lihat link 7 Escherichia coli penyebab diare untuk lebih detailnya), Salmonella, dan Enterobacter. Infeksi yang disebabkannya adalah diare, disentri, tiphus, dan infeksi saluran pencernaan lainnya. Di artikel MACAM-MACAM DIARE, PENYEBAB, DAN CARA MENGATASINYA Anda akan mendapatkan penjelasan lebih lengkap. Selain menyebabkan infeksi, beberapa anggotanya juga merupakan penyebab keracunan makanan, detailnya ada di artikel PENYEBAB KERACUNAN MAKANAN DAN PENCEGAHANNYA.

Kelompok prioritas tinggi

  1. Enterococcus faecium - resisten terhadap vancomycin. Mikroorganisme ini juga merupakan flora normal dari saluran pencernaan manusia dan hewan mamalia. Selain itu mereka juga terdapat di tanah. Mereka menyebabkan infeksi nosokomial, infeksi pada luka, sampai infeksi saluran urin. 
  2. Staphylococcus aureus - resisten terhadap methicilin dan vancomycin. Secara alami bakteri ini terdapat di kulit kita. Namun mereka jugalah yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit kita, yaitu saat terjadi abses. Infeksi lebih lanjut bisa terjadi pada pembuluh darah jantung, tulang, dan paru-paru, jika mereka sampai masuk ke aliran darah. Infeksi pada tulang bisa terjadi pada penderita koreng yang sangat dalam atau pada luka penderita diabetes.
  3. Helicobacter pylory - resisten terhadap klaritromisin. Infeksi saluran pencernaan adalah infeksi yang paling sering disebabkannya. Bekteri ini bisa ditemukan di kotoran, saliva, dan plak gigi. Mereka sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lain, terutama jika orang yang memilikinya tidak mencuci tangan setelah defekasi.
  4. Campylobacter sp. - resisten terhadap fluorokuinolon. Kelompok mikrobia ini secara alami ada di dalam saluran pencernaan hewan ternak. Ketika lingkungan mereka terkontaminasi, maka di sinilah kesempatan mereka untuk menginfeksi manusia, yaitu melalui daging dan susu yang tidak dipasteurisasi. 
  5. Salmonellae - resisten terhadap fluorokuinolon. Species yang terkenal dari kelompok ini adalah Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi. Penyakit typhus terjadi karena adanya infeksi dari kelompok ini. Mereka bisa menginfeksi jika sanitasi dan higienitas kita kurang. Misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air besar atau kecil. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mereka juga bisa menyebabkan infeksi. 
  6. Neisseria gonorrhoeae - resisten terhadap fluorokuinolon dan sefalosporin. Bakteri ini adalah penyebab penyakit kelamin gonorea. Penyebarannya melalui hubungan seksual. Wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini bisa melahirkan bayi yang menderita konjungtivitis pada matanya.

Kelompok prioritas sedang

  1. Streptococcus pneumoniae - tidak rentan terhadap penisilin. Kelompok ini menyebabkan penyakit pneumonia, dengan  menginfeksi alveoli dan jaringan di sekitarnya yang bisa menyebabkan kematian. Pencegahannya bisa dilakukan dengan vaksinasi.
  2. Haemophilus influenzae - resisten terhadap ampisilin. Mikroorganisme ini menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, dengan penyebaran melalui bersin, batuk dan sentuhan. Pencegahannya dilakukan dengan pemberian vaksin.
  3. Shigella sp. - resisten terhadap fluorokuinolon. Bakteri ini merupakan penyebab disentri, yaitu diare yang disertai darah dan lendir. Penyebarannya sangat mudah terjadi jika sanitasi dan higienitas rendah, yaitu melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan berenang di kolam renang yang tidak diberi atau kurang klorin.
Para peneliti antibiotik sedang berpacu dengan waktu sekarang ini. Menurut Prof. Evelina Tacconelli, pimpinan dari Division of Infectious Diseases University of Tübingen Jerman, menunggu lebih lama akan menyebabkan lebih banyak masalah di masyarakat dan pasien. Meskipun penelitian yang dilakukan sangat penting, namun pencegahan terhadap infeksi dan penggunaan yang antibiotik yang tepat juga tidak kalah penting.

Yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya resistensi terhadap antibiotik tersebut adalah:
  • mengkonsumsi antibiotik hanya jika diresepkan oleh dokter
  • mengikuti petunjuk dokter dalam mengkonsumsinya
  • mencegah infeksi diantaranya dengan cara rajin mencuci tangan dan menyiapkan makanan secara higienis.

Friday, May 26, 2017

Kandungan Gizi dan Manfaat Yoghurt Bagi Kesehatan

Jika di artikel BERBAGAI MANFAAT PROBIOTIK BAGI KESEHATAN TUBUH KITA saya membahas probiotik secara umum, maka kali ini saya akan membahas salah satu produk probiotik yang sudah banyak dikenal di masyarakat, yaitu yoghurt.
Yoghurt merupakan susu yang sengaja difermentasi dengan menggunakan beberapa bakteri asam laktat, biasanya berasal dari genus Lactobacillus, Bifidobacterium, dan  Streptococcus. Produk ini memiliki konsistensi yang hampir seperti pasta dengan rasa yang asam. Banyak varian, ukuran dan merknya yang dengan mudah kita jumpai di swalayan. Selain plain atau tanpa rasa, yoghurt kini disajikan dengan berbagai macam rasa buah-buahan. Adanya varian rasa ini untuk menutupi rasa aslinya yang sebagian besar kurang disukai orang.

Yoghurt di pasaran
Yoghurt di pasaran

Pembuatan Yoghurt


Meskipun mudah bagi kita untuk mendapatkan yoghurt, namun kita juga bisa membuatnya sendiri. Susu yang digunakan untuk membuatnya bisa berasal dari sapi, kambing, maupun kedelai. Namun yang akan saya bahas di sini adalah yoghurt yang merupakan hasil fermentasi susu sapi.
Secara garis besar berikut caranya. Susu sapi dipanaskan sambil diaduk-aduk, dan ketika terlihat mulai mendidih, segera matikan kompor. Pindahkan ke dalam wadah yang steril. Dinginkan hingga suam-suam kuku, kemudian tambahkan starter atau biang yoghurt sebanyak 5 - 10% dari volume susu yang dipanaskan tadi. Tutup rapat dan diamkan selama 24  jam. Jika ada alat yang bisa diatur suhunya menjadi 40℃, biasanya inkubator, maka inkubasi bisa menjadi lebih cepat yaitu sekitar 8 jam. Hal ini karena suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi pertumbuhan bakteri asam laktat. Susu sapi yang digunakan bisa menggunakan yang segar maupun yang dalam bentuk UHT (Ultra High Temperature). Yang dibuat dengan susu UHT memiliki konsistensi yang lebih merata. Selain itu untuk mendapatkan konsistensi yang lebih padat (bagi yang menyukainya), penambahan susu bubuk bisa dilakukan.  Yang terpenting dalam proses ini adalah kebersihan, karena jika terjadi kontaminasi, maka akan terjadi kegagalan. Bentuk kegagalannya bisa berupa konsistensi yang tidak merata, atau munculnya gumpalan, berair, maupun rasa yang berbeda.

Pada proses pembuatan yoghurt dengan menggunakan Lactobacillus dan Streptococcus terjadi simbiosis antara kedua mikrobia tersebut. Streptococcus akan menghidrolisa protein susu menggunakan enzim proteinasenya dan menghasilkan asam-asam amino, yang penting bagi pertumbuhan Lactobacillus. Selama proses pertumbuhannya, mikrobia kedua ini menghasilkan beberapa asam, diantaranya asam laktat dan asam format. Asam format penting bagi pertumbuhan mikrobia pertama. Salah satu contoh simbiosis mutualisme yah ☺☺ 

Kandungan Gizi


Secara garis besar, kandungan gizi susu dan yoghurt adalah sama. Karena itulah orang yang menderita intoleransi terhadap laktosa namun perlu mengkonsumsi susu, makanan ini bisa menjadi alternatif. Berikut adalah kandungan gizi yoghurt menurut USDA (United State Departement of Agriculture), per 100 gram:

  • Protein = 9 g
  • Lemak = 5 g
  • Gula = 4 g
  • Kalsium = 100 mg
  • Magnesium = 11 mg
  • Fosfor = 135 mg
  • Potasium = 141 mg
  • Sodium = 35 mg
  • Tiamin = 0.023 mg
  • Riboflavin = 0.278 mg
  • Niasin = 0.208 mg
  • Asam pantotenat = 0.331 mg
  • Vitamin B6 = 0.063 mg
  • Folat = 5 µg
  • Kolin = 15.1 mg
  • Vitamin B12 = 0.75 µg
  • Vitamin A = 2 µg


Manfaat bagi kesehatan


Yoghurt telah banyak diteliti manfaatnya, yang selain baik bagi kesehatan pencernaan, makanan ini juga telah dicampurkan pada berbagai produk kecantikan. Di sini saya akan menyajikan manfaatnya bagi kesehatan secara umum. 
  • menyeimbangkan jumlah mikrobia yang ada di dalam usus
  • menurunkan intoleransi terhadap laktosa
  • menekan terjadinya kanker kolon
  • mencegah jantung koroner dengan menurunkan kolesterol darah
  • membantu pencernaan makanan
  • meningkatkan ketersediaan protein
  • menstimulasi sistem imun
  • meningkatkan motilitas usus sehingga mencegah terjadinya konstipasi
  • mengurangi terjadinya infeksi oleh patogen
  • mencegah diare
Konsumsi yoghurt sebaiknya dilakukan secara kontinyu untuk menjaga jumlah probiotik yang ada di dalam usus tetap dalam jumlah yang tinggi. Hal ini diperlukan terutama untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri patogen di dalam saluran pencernaan. Jika digambarkan, usus kita adalah medan perang dan bakteri probiotik ini adalah pasukan kita, sedangkan bakteri patogen adalah musuh kita. Maka kita perlu jumlah pasukan yang banyak dan bahkan jauh lebih banyak daripada jumlah musuh kita untuk memperbesar kemungkinan kita menang melawan mereka. Selain itu pasukan yang sudah lelah, dalam hal ini bakteri yang sudah tua, tidak akan mampu melawan musuh. Kemungkinan besar mereka ini akan keluar dari medan peperangan, yaitu usus kita. Hasil metabolisme dari probiotik yang berupa asam juga berperan dalam kesehatan kita. Diduga ini berhubungan dengan peningkatan sistem imun maupun menjadikan lingkungan usus menjadi tidak disukai oleh bakteri patogen, sehingga ketika mereka sempat masuk ke usus kita maka dengan segera akan mati.

Yoghurt bisa dengan mudah kita dapatkan di pasar-pasar swalayan, bahkan Yakult telah tersebar sampai ke warung-warung kecil. Namun kita pun bisa membuatnya sendiri dengan cara seperti di atas. Untuk starter kita bisa menggunakan yoghurt yang dijual di pasaran. Dari jumlah yang beberapa gram, kita bisa menduplikasikannya menjadi berliter-liter. Dengan pengemasan yang baik dan menarik, hasil duplikasi ini bisa dijual kembali.

Sebagian besar masyarakat kita kurang menyukai konsistensi yang seperti pasta dan rasanya yang asam. Hal ini memberikan peluang usaha bagi banyak orang dengan cara menyajikan yoghurt dalam bentuk yang berbeda. Kini banyak gerai yang menjual gabungan yoghurt dengan buah-buahan atau disebut drinking yoghurt. Konsistensinya lebih cair daripada yang biasa dan rasa asamnya juga sudah berkurang, sehingga lebih banyak disukai. Ada juga frozen yoghurt, yang disajikan dalam bentuk beku. Kondisi dingin dan rasa segar sangat cocok dengan kondisi tempat kita ini. 

Wednesday, May 24, 2017

7 Escherichia coli penyebab diare

Pada artikel MACAM-MACAM DIARE, PENYEBAB, DAN CARA MENGATASINYA saya memaparkan tentang beberapa macam diare dan penyebabnya. Salah satu bakteri yang saya sebutkan adalah Escherichia coli. Nama mikroorganisme ini sangat akrab di telinga kita.
Bakteri ini merupakan salah satu anggota famili Enterobacteriaceae, karena secara alami ada di dalam saluran pencernaan sebagian besar hewan berdarah panas, termasuk manusia. Selain itu bakteri ini juga terdapat di dalam tanah dan air.
Pada cawan petri di media Nutrien Agar koloni bakteri ini tampak berwarna putih tulang, mengkilat, dan berbentuk bulat. Di bawah mikroskop, tampak berbentuk batang pendek. Mikrobia ini bersifat gram negatif, fakultatif anaerob, dapat memfermentasi glukosa dengan menghasilkan asam dan gas, dapat memfermentasi laktosa, oksidase negatif, membentuk flagella peritrik saat motil, tidak membentuk spora, dan beberapa strain memiliki kapsul.

Gambar Escherichia coli
Gambar Escherichia coli (image source: www.cdc.gov)

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang 7 kelompok E. coli yang menyebabkan diare, oleh karena mereka menghasilkan toksin atau racun, atau juga karena adanya struktur tertentu pada mikrobia ini. Ketujuh kelompok tersebut adalah yaitu:

1. Enterotoksigenik (ETEC)


Faktor utama yang menyebabkan diare dari kelompok ini adalah toksin yang dihasilkannya, baik yang tahan terhadap panas maupun yang tidak tahan panas. Mekanismenya adalah bakteri akan melekat pada sel epitel dinding usus, kemudian melepaskan toksin yang menyebabkan turunnya absorbsi sodium dan meningkatnya sekresi klorida.

2. Enterohemoragik (EHEC)


Sama dengan yang sebelumnya, kelompok ini juga menghasilkan toksin yang menyebabkan diare. Sebelum menyebabkan diare bakteri melekat pada dinding sel epitel intestin, kemudian melepaskan toksin dan merusak mikrovilli sel epitel, sehingga terjadilah diare.

3. Enteroaggregatif (EAEC)


E.coli tipe ini juga melepaskan toksin setelah melakukan pelekatan pada sel epitel melalui fimbria dalam bentuk agregat. Toksin tahan panas yang dilepaskan inilah yang menyebabkan diare. 

4. Penyebab diare hemolitik (DHEC)


Mekanisme E. coli tipe ini dalam menyebabkan diare belum diketahui dengan pasti, namun diduga bakteri ini memicu terjadinya penonjolan permukaan sel epitel, yang disebabkan oleh adanya tksin yang dihasilkan.


5. Enteropatogenik (EPEC)

Mekanisme dalam menyebabkan diarenya sama seperti tipe yang lain, tipe ini juga melakukan pelekatan pada sel epitel. Kemudian terbentuklah sebuah struktur khusus yang menyebabkan bakteri bisa melekat lebih kuat lagi dan merusak mikrovilli. Namun yang membedakannya adalah diare tidak disebabkan oleh toksin, namun karena adanya pili.


6. Enteroinvasif (EIEC)


Setelah melekat pada dinding usus, bakteri ini akan berkembang di dalam sel inang setelah masuk ke dalam enterosit kolon. Penyebab diarenya adalah gen invasin di dalam plasmidnya.

7. Penghasil toksin sitoletal (CDTEC)


Mekanisme kerjanya sehingga tipe ini dapat menyebabkan diare belum diketahui dengan pasti. Namun diduga tipe ini menghasilkan toksin yang menyebabkan sel menggembung dan akhirnya pecah.


Dalam media agar maupun pemeriksaan di bawah mikroskop, ketujuh tipe tersebut akan nampak sama. Uji lebih lanjut akan menunjukkan perbedaannya.

Doyle dan Cliver dalam buku Foodborne Disease (1990), mengatakan bahwa dosis diare tiap tipe E. coli berbeda-beda. ETEC memiliki dosis infeksi pada orang dewasa sebesar 100 juta sampai 10 milyar sel, dengan masa inkubasi selama 8 - 44 jam. Sedangkan EIEC memiliki dosis infeksi pada orang dewasa sebasar 1 juta sampai 100 juta sel. Artinya seorang dewasa akan mengalami tanda-tanda diare jika antara 8 - 44 jam sebelumnya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung 100 juta sampai 10 milyar sel ETEC. Sedangkan orang dewasa yang 8 - 24 jam sebelumnya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung 100 juta sampai 10 milyar sel ETEC akan mengalami gejala diare.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya diare.

  1. Berhati-hati jika kita termasuk dalam kelompok yang rentan terhadap diare. Kelompok ini adalah wanita hamil, bayi baru lahir, anak-anak, lanjut usia, dan seseorang yang kondisi kesehatannya tidak baik.
  2. Masak daging sampai matang atau suhu di dalamnya mencapai 70℃. Sebaiknya gunakan termometer untuk mengukurnya.
  3. Hindari terjadinya kontaminasi silang di area penyiapan makanan. Jauhkan makanan yang sudah matang dari bahan makanan mentah. Cuci sampai bersih peralatan yang kontak dengan daging, misalnya pisau dan telenan.
  4. Jika berenang, jangan sampai air kolamnya terminum
  5. Hindari mengkonsumsi susu segar yang belum dipasteurisasi
  6. Mencuci tangan 
  • setelah dari toilet
  • sebelum dan sesudah menyiapkan makan
  • setelah kontak dengan binatang
  • sebelum menyiapkan susu atau makanan bayi atau anak balita

Tuesday, May 23, 2017

Bahaya Mikrobiologis di Dalam Kulkas dan Pencegahannya

Kulkas, salah satu peralatan rumah tangga yang penting dan dimiliki hampir oleh semua rumah. Ya, karena dengan adanya kulkas, bahan makanan kita bisa bertahan lebih lama dibanding jika kita tidak menggunakannya untuk menyimpan berbagai bahan makanan kita.
Kulkas pun menjadi kian bervariasi sekarang ini. Ada yang 1 pintu, biasanya dimiliki oleh keluarga kecil atau keluarga baru. Berikutnya 2 pintu, banyak dimiliki oleh keluarga yang sudah lebih mapan. Yang paling mutakhir adalah kulkas dengan pintu sebelah menyebelah atau side by side. Yang terakhir ini sering dijumpai di keluarga yang mapan, dan jumlah anggota keluarganya lebih banyak. Dari setiap kategori pun, ada berbagai jenisnya. Ukuran kulkas biasanya dinyatakan dengan volume. Semakin besar volume maka semakin besar besar pula kapasitasnya, dan semakin besar juga daya listrik yang dibutuhkan. Berbagai merk pun tersedia, kulkas Samsung, kulkas Sharp, kulkas LG, dan lain-lainnya. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.
Ok, kembali ke pembahasan awal tentang fungsi utama kulkas, yaitu sebagai tempat menyimpan bahan makanan. Dengan adanya benda ini bahan makanan kita  menjadi lebih tahan lama karena suhu rendah di dalamnya mampu menghambat kerusakan pada bahan makanan kita. Setelah kita Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan kita akan mengerti mengapa kulkas ini penting untuk dimiliki.
Kulkas rumah tangga dan bahayanya
Kulkas rumah tangga dan bahayanya

Apa yang terjadi pada makanan di dalam lemari pendingin?


Makanan yang disimpan di dalam kulkas menjadi lebih tahan lama dibanding jika disimpan di dalam ruang biasa. Yang terjadi adalah suhu rendah di dalamnya menghambat pertumbuhan mikrobia perusak makanan, yang umumnya sangat cepat berkembang biak pada suhu kamar sampai suhu 37℃.
Suhu rendah yang saya maksud di sini adalah <5℃. Namun, seringkali suhu dalam kulkas berada di sekitar 4 - 10℃. Biasanya di dalam lemari pendingin terdapat penyetel suhu. Aturlah pada suhu optimumnya. Dengan pengaturan ini suhu dalam kulkas akan lebih rendah. Selain itu minimalkan waktu membuka pintunya, artinya cepat-cepatlah menutup kembali setelah dibuka. Pikirkan dulu apa yang akan diambil dari dalamnya, dan setelah itu baru membuka pintunya. Hindari berpikir sambil membuka pintunya. Mengapa ini penting? Ketika kita membuka kulkas, ada 2 hal yang terjadi:

  1. Pelepasan energi dalam rangka mempertahankan suhu rendah di dalamnya, yang mengakibatkan konsumsi energi yang lebih tinggi. Inilah yang biasanya disebut orang dengan 'listriknya boros'.
  2. Adanya aliran udara luar masuk ke dalam kulkas, yang pastinya membawa mikrobia dari lingkungan luar kulkas. Udara di sekitar kita banyak mengandung mikrobia, baik selnya maupun sporanya. Ketika mereka menemukan tempat yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang biak, maka mereka akan tumbuh yang akhirnya berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan. 

Akibat dari hal yang kedua di atas adalah kerusakan pada bahan makanan oleh mikrobia yang masuk ke dalam kulkas. Ada dari kelompok bakteri maupun jamur. Ciri bahan makanan yang sudah rusak oleh bakteri adalah berlendir, lembek, dan aroma yang tidak sedap. Yang rusak oleh jamur biasanya nampak ada benang-benang lembut yang menempel atau bintik-bintik hitam di permukaannya.

Meminimalisir bahaya mikrobiologis 


Ketika suatu bahan makanan telah tercemar oleh mikrobia, maka bahan ini akan berpotensi menyebarkannya ke yang lain. Ini disebut kontaminasi silang. Letak yang berdekatan antar bahan makanan memperbesar resiko terjadinya kontaminasi silang. Kerusakan pun akan menyebar.
Menghilangkan bahaya mikrobiologis bisa dikatakan tidak mungkin, karena bahkan tangan kita pun mengandung mikrobia. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisirnya. Bagaimana?

  1. Pisahkan bahan mentah dan matang; hal ini dilakukan karena seringkali kita harus menyimpan bahan makanan yang sudah masak, misalnya karena belum habis dikonsumsi. Saya sangat menyarankan pemisahan tempat, artinya beda rak. Kita bisa meletakkan bahan-bahan mentah di bagian bawah, sedangkan bahan masak di bagian paling atas. Jangan lupa untuk menutup rapat wadahnya.
  2. Pisahkan per kelompok bahan mentah dalam wadah tertutup yang berbeda; menyimpan dalam tas plastik dalam jangka waktu yang lama tidak baik, karena sayuran atau buah-buahan biasanya akan menghasilkan uap air yang bisa membasahi plastik dan mempercepat proses pembusukan. Lebih baik letakkan kertas tisu di bagian bawah wadah, sebagai alas meletakkan sayuran atau buah. Bisa juga kertas tisu digunakan sebagai bungkus sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Tisu harus diganti setelah 2 atau 3 hari, karena pasti sudah basah oleh uap air. Dengan dimasukkan ke dalam wadah, kita akan mudah mengenali apa yang ada di dalamnya, sehingga menghemat waktu kita ketika membuka pintu kulkas. Diberi label akan lebih baik lagi. 
  3. Sebelum memasukkan sayuran, hilangkan bagian akarnya yang bertanah. Membiarkan sayuran beserta akarnya masuk ke dalam kulkas, sama saja kita memasukkan tanah. Dan Anda tahu khan tanah mengandung mikrobia apa saja? Adanya tanah dapat mempercepat proses kerusakan bahan makanan. 
  4. Hindari menjejali kulkas dengan bermacam-macam bahan, sampai penuh sesak. Kondisi ini menyebabkan suhu lemari pendingin meningkat, sehingga menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan atau menurunkan suhu. Yang terjadi selanjutnya adalah mesin menjadi lebih cepat rusak. Selain itu meningkatnya suhu akan meningkatkan resiko kerusakan bahan makanan. 
  5. Bersihkan kulkas secara berkala; bisa dilakukan seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bersihkan dengan pembersih khusus dapur, atau bisa juga dengan deterjen dan dilanjutkan dengan air bersih. Lap sampai kering sebelum digunakan lagi. Jika ada tumpahan dari kecap, saus, atau darah dari daging, segera bersihkan saja. Kebersihan akan menghindarkan kulkas dari bau tak sedap dan membuatnya enak dipandang ☺☺
Penataan kulkas untuk meminimalisir bahaya mikrobiologis
Penataan kulkas untuk meminimalisir bahaya mikrobiologis

Saturday, May 13, 2017

Memilih Tempat Bekal Makan Siang yang Aman

Makan siang. Momen yang sangat jarang dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga karena berbagai macam kesibukan. Bekerja, kuliah, maupun sekolah. Beberapa orang memilih untuk menikmati makan siang di luar rumah, terutama yang tinggal di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, dan yang lain memilih untuk pulang ke rumah. Wow...pasti masakan mamanya tak terkalahkan nih, hehehehe
Bagi yang ingin menikmati hidangan rumah di kala makan siang, baik untuk alasan berhemat maupun alasan kesehatan, namun tidak mau repot pulang pergi rumah-kantor, maka membawa bekal makan siang adalah pilihannya. Pilihan ini juga diterapkan oleh banyak anak sekolah di kota-kota besar. Entah itu memang berisi menu makan siang ataupun hanya sekedar camilan.
Pilihan produk tempat bekal makan siang pun kini beragam. Sasaran konsumen tempat bekal makan siang bisa orang kantoran maupun anak sekolah. Dari yang berbahan plastik, logam, maupun kombinasi dari keduanya. Dari yang modelnya sederhana, sampai yang tahan panas dan dingin. Dari yang tidak bergambar, sampai yang bergambar film terbaru atau tokoh kartun atau hero terkenal. Dari yang harganya belasan ribu, sampai ratusan ribu. Dari yang dijual di pasar tradisional, sampai yang dijual dengan sistem MLM. Banyak ya pilihannya? Mau pilih yang mana, kembali lagi ke kantong dan selera kita masing-masing.
Amankah? Belum tentu. Pilihan tempat bekal yang salah juga dapat menimbulkan efek samping.
So, kita pun harus jeli dalam memilih tempat bekal makan siang kita.

Menurut saya ada 2 hal besar yang perlu kita perhatikan saat memilih tempat bekal makan siang:

Cleanability


'Cleanability' adalah mudah tidaknya suatu produk untuk dibersihkan. Saya mendapatkan istilah ini ketika saya bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi alat kesehatan. Menarik memang. Salah satu persyaratan produk layak jual adalah mudah dibersihkan oleh konsumen. Saya kemudian berpikir, semestinya persyaratan ini juga diberlakukan pada produk-produk yang berhubungan dengan penyajian makanan. Dan yang saya kurang tahu adalah apakah produsen peralatan makan juga menerapkan persyaratan ini atau tidak.
Mengapa? Karena alat-alat yang kita pergunakan untuk menyajikan makanan atau alat yang kita gunakan untuk makan, akan mengantarkan makanan ke dalam sistem pencernaan kita.
Percuma saja kita mencuci tangan sebelum makan kalau peralatan yang berhubungan dengan makanan kita ternyata tidak bersih.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memilih tempat bekal makan, dan termasuk botol minumnya:

  • Permukaan halus, tidak ada motif timbul, terutama di bagian di mana makanan atau minuman akan ditempatkan.
    Permukaan tempat bekal makan siang sebaiknya  halus
    Permukaan tempat bekal makan siang sebaiknya halus

  • Lekukan pada tutup mudah dibersihkan.
    Lekukan tutup tempat bekal makan siang
    Lekukan tutup tempat bekal makan siang sebaiknya mudah dibersihkan
  • Bagian yang ada ulirnya mudah dijangkau jika sedang dicuci.
    Ulir tutup botol mudah dibersihkan
    Ulir tutup botol mudah dibersihkan
  • Jika ada karetnya, karet tersebut mudah dilepas untuk dibersihkan, dan mudah dipasang kembali.
    Karet pada tempat bekal makan siang bisa dilepas
    Karet pada tempat bekal makan siang bisa dilepas untuk dibersihkan
  • Sendok dan garpu sebaiknya tidak ada bagian sambungannya, karena bagian sambungan ini sulit untuk dibersihkan dan bisa menjadi tempat hidup bagi mikroorganisme.
    Sendok dan garpu

    Sambungan ada sendok dan garpu sulit dibersihkan
    Sambungan pada sendok dan garpu sulit dibersihkan
  • Untuk tempat minum, pergunakanlah botol yang mudah dibersihkan. Baik bagian dalam maupun luarnya. Terutama bagian atas botol dan tutup botolnya.
    Botol minum sebaiknya mudah dibersihkan
    Botol minum sebaiknya mudah dibersihkan

Safety


Safety atau keamanan. Istilah yang cukup akrab di telinga kita. Istilah ini banyak digunakan dalam berbagai bidang. Makanan salah satunya. So, safety yang saya maksudkan di sini adalah, keamanan dari peralatan makan yang kita gunakan.
Tanda plastik aman bagi makanan
Tanda plastik aman bagi makanan

  • Peralatan makan yang kita gunakan sebaiknya berasal logam. Bahan logam juga tidak sembarangan, pilihlah yang stainless steel.
  • Jika kita menggunakan peralatan makan dari plastik, maka pilihlah yang aman. Menurut Badan POM, bahan plastik yang aman digunakan untuk makanan adalah jenis-jenis plastik yang memiliki titik lunak di atas 100℃. Mereka adalah Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP).
  • Pilihlah peralatan makan dengan model yang tidak terlalu rumit, karena jika modelnya rumit, maka tingkat kesulitan pembersihannya juga semakin tinggi, atau cleanability-nya rendah. Contohnya sendok yang memiliki sambungan, maka area sambungan ini akan menjadi tempat yang subur bagi tumbuhnya mikroorganisme, demikian juga lekukan tutup sebaiknya mudah untuk dibersihkan.
  • Pilihlah peralatan makan yang motifnya tidak mudah lepas.

Selain jeli dalam memilih tempat bekal makan siang kita, perawatan yang benar pada tempat bekal makan siang kita juga tidak kalah penting. Tidak susah kok. Caranya adalah segera cuci tempat bekal makan siang kita setelah selesai digunakan. Terlebih jika makanan kita mengandung santan atau lemak. Aroma tidak sedap akan muncul. Aroma ini berasal dari sisa-sisa makanan yang basi. Dan basi ini disebabkan oleh mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang menyebabkan aroma tidak sedap ini bisa dibaca di Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan

Tempat bekal makan siang yang tidak segera dicuci menjadi lingkungan yang ideal bagi tumbuhnya berbagai mikroorganisme. Ada kemungkinan mereka masih tertinggal di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh spon cuci atau pun sikat. Ketika kita taruh makan siang kita di hari selanjutnya, maka makan siang kita tersebut sangat mudah terkontaminasi, atau menjadi basi. Setelah dicuci, kering anginkan supaya kering alami. Kering alami jauh lebih baik daripada kita mengelapnya dengan serbet, karena mengelap dengan serbet, sama saja kita memindahkan mikroorganisme dari serbet ke dalam tempat bekal makan siang kita.

Botol minum juga penting untuk diperhatikan. Botol sebaiknya dicuci setiap hari. Bayangkan saja. Mulut kita, yang notabene banyak mikroorganismenya, menyentuh bagian atas botol, kemudian ada sedikit air ludah yang masuk ke dalam botol, pasti akan banyak mikroorganise yang hidup di permukaan dalam botol. Tandanya adalah licin jika kita sentuh dengan jari. Sebelum hal ini terjadi, rajin-rajinlah mencuci botol minum Anda.

OK, itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam memilih dan merawat tempat bekal makan siang Anda. Coba yah...

Thursday, May 4, 2017

Menggunakan Biological Safety Cabinet Class II dengan benar

Biological Safety Cabinet Class II
Biological Safety Cabinet Class II (image source: www.escoglobal.com)
Di dalam laboratorium Anda ada alat seperti di atas? Ya, itu adalah Biological Safety Cabinet atau biasa disebut BSC. Untuk apakah BSC? BSC digunakan untuk bekerja dengan berbagai macam mikroorganisme yang mungkin bisa membahayakan keselamatan orang yang mengerjakannya, di sini akan saya sebut personnel. Personnel ini bisa seorang peneliti ataupun laboran.

BSC menjadi bagian yang penting bagi sebuah laboratorium karena kemampuannya untuk memberikan perlindungan terhadap personnel, produk (materi yang sedang dikerjakan), dan juga lingkungan. Perlindungan ini bisa terjadi karena aliran udara dari luar masuk ke dalam area kerja melalui HEPA filter, dan udara yang keluar juga melewati HEPA filter. Tugas utama HEPA filter adalah menangkap mirkoorganisme yang dibawa udara luar maupun udara yang akan keluar ke lingkungan. Aliran udara di bagian depan BSC menjadi barier bagi udara di dalam BSC, agar tidak keluar dan membahayakan personel.

Bedanya dengan Laminar Air Flow (LAF) sangat jelas. LAF hanya memberikan perlindungan pada produknya saja, sedangkan personel dan lingkungan tidak dilindungi. Silahkan kunjungi Mengenal Berbagai tipe Biological Safety Cabinet untuk lebih jelasnya.

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan BSC Class II dengan benar. Hanya BSC Class II ya...

Pembersihan (Cleaning)


Pembersihan dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan BSC.
  1. Semprotlah dinding sebelah kiri dengan IPA 70%, lanjutkan dengan mengelapnya dengan tisu dengan gerakan memutar dari kiri atas ke kanan, turun ke bawah. Setelah dinding sebelah kiri selesai, lanjutkan dengan dinding belakang. Semprotlah dengan IPA 70%, dari sebelah kiri ke kanan. Usaplah dengan tisu dengan gerakan memutar, dari bagian atas ke bawah. Lanjutkan dengan dinding bagian kanan, dengan cara yang sama.
  2. Untuk membersihkan 'sash window', lakukan dengan cara yang sama, semprotlah dengan IPA 70% dan usaplah dengan tisu. Selain menggunakan tisu, beberapa produsen BSC telah membuat inovasi dengan membuat alat yang akan memudahkan personnel dalam membersihkan 'sash window'.
  3. Untuk membersihkan meja kerja, semprotlah meja kerja dengan IPA 70% dan usaplah dengan tisu. Lakukan dari sebelah kiri ke kanan.
  4. Untuk membersihkan 'grill' yang ada di bagian depan, basahi tisu dengan IPA 70%, Dan usapkan dimulai dari sebelah kiri ke kanan.
  5. Buanglah tisu yang telah digunakan ke dalam plastik yang nantinya akan disterilkan sebelum dibuang.

Penggunaan (Using)


Sebelum menggunakan BSC, sebaiknya Anda membaca buku manualnya, yang sudah pasti akan disertakan oleh agennya, terlebih dahulu. Anda juga bisa bertanya kepada agennya.
Pada dasarnya cara menggunakan BSC adalah sama.
  1. Nyalakan BSC
  2. Nyalakan lampunya
  3. Buka 'sash window'
  4. Bersihkan area kerja dan meja kerja
  5. Nyalakan aliran udaranya (inflow dan down flow)
  6. Tunggu beberapa saat untuk menstabilkan inflow dan downflownya
  7. Bagilah area kerja menjadi area bersih dan area kotor (biasanya area bersih di sebelah kiri dan area kotor di sebelah kanan). Area bersih merupakan area di mana pekerjaan dilakukan, sedangkan area kotor merupakan area di mana bahan-bahan yang ada akan dibuang, misalnya tip yang sudah dipakai.
  8. Sterilkan semua bahan yang akan digunakan dengan IPA 70%
  9. Letakkan semua bahan yang akan digunakan pada meja kerja
  10. Gunakan sarung tangan yang steril ketika bekerja
  11. Sterilkan tangan sebelum bekerja
  12. Bekerjalah dengan gembira dan berhati-hati☺☺☺
  13. Setelah selesai, keluarkan bahan-bahan yang tadi digunakan
  14. Sterilkan tangan Anda dengan IPA 70%
  15. Bersihkan BSC dengan IPA 70%
  16. Tunggu beberapa saat sebelum mematikan BSC
  17. Matikan inflow dan downflownya
  18. Matikan lampunya
  19. Tutup kembali 'sash window'

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berkerja dengan BSC:
  • Minimalkan gerakan tangan, karena gerakan tangan akan mengganggu inflow dan downflownya.
  • Kurangi juga lalu lalang orang lain di depan BSC ketika sedang bekerja. Dalam hal inilah maka penempatan BSC sebaiknya pada area di mana lalu lalang orang sangat minim. Saat ini bahkan sudah ada produsen BSC yang menempatkan alarm berupa lampu jika terjadi lalu lalang orang di depan BSC. Anda perlu berdiskusi dengan agen BSC tentang penempatan BSC ini.
  • Bahan-bahan yang akan dikerjakan di dalam BSC sebaiknya tidak terlalu banyak, dan posisinya tidak menutupi 'grill' yang ada.


Perawatan (Maintenance)


Seperti layaknya kita yang perlu medical check up secara berkala, BSC juga demikian. Biasanya pihak produsen memiliki 'service engineer' yang akan melakukan pengecekan terhadap BSC. Lebih baik memang service dilakukan dari pihak produsen, dan bukan pihak ketiga, karena mereka lebih mengenal produk mereka secara spesifik. Terlebih lagi jika produk tersebut masih dalam masa garansi.

Beberapa hal yang dilakukan oleh 'service engineer' ini adalah:

  1. Pengecekan inflow dan down flow
  2. Pengecekan noise level (tingkat kebisingan)
  3. Pengecekan brightness
  4. Penggantian HEPA Filter
  5. Dekontaminasi

Keadaan tidak terduga


Listrik mati masih sering terjadi di negara kita. Jika laboratorium Anda memiliki cadangan sumber listrik yang mampu menopang daya listrik BSC yang Anda gunakan, maka pekerjaan Anda tidak akan tertunda lama. Namun jika tidak ada cadangan sumber listrik yang lain, maka Anda harus bersabar menunggu listrik kembali bekerja. Sementara itu, Anda tidak bisa berada terus di depan BSC tanpa adanya aliran listrik. Karena itu berarti tidak ada perlindungan terhadap personel, produk, maupun lingkungan.

Yang perlu anda lakukan jika terjadi listrik padam dan hanya sebentar (beberapa menit) adalah:
  1. Segera tutup 'sash window'
  2. Sterilkan tangan Anda dengan IPA 70%
  3. Keluar dari ruang laboratorium
Jika listrik menyala kembali:
  1. Buka 'sash window'
  2. Nyalakan BSC dan 'airflow'nya
  3. Tunggu beberapa saat
  4. Bekerjalah kembali seperti biasa

Sedangkan, jika Anda mengetahui bahwa listrik akan padam dalam waktu yang lama:
  1. Keluarkan semua bahan yang berada di dalam BSC
  2. Bersihkan BSC
  3. Tutup 'sash window'
  4. Sterilkan tangan Anda
  5. Keluar dari ruang laboratorium
OK guys, be happy with your BSC. And be safe....