Friday, April 28, 2017

Mengenal Berbagai Bahaya di Dapur Rumahan dan Cara Mengatasinya

Dapur rumahan
Gambar dapur rumahan
Dapur, salah satu area penting di dalam rumah. Setiap rumah pasti memiliki dapur. Tempat memasak. Tempat di mana seseorang yang hobi memasak menuangkan semua kreativitas dan imajinasinya. 

Tempat di mana seorang ibu menyiapkan makanan bagi semua anggota keluarganya. Tempat terwujudnya rasa kepedulian terhadap anggota keluarga yang lain.
Apa saja aktivitas di dapur? Wah, banyak sekali. Apalagi bagi rumah yang dapur kotor dan bersihnya menjadi satu. 

Dari membongkar belanjaan dari pasar, menyimpannya, menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak, mengolah makanan, menyiapkannya di atas meja makan, sampai pada proses membereskan dapur supaya rapi dan bersih kembali. Bisa terbayang khan banyaknya aktivitas di dapur. 

Bisa seharian tuh...

Belum lagi berbagai peralatan yang ada di dapur. Gas, listrik, piring/gelas kaca, dan alat-alat yang tajam (berbagai jenis pisau, gunting, cutter). 

Tempat yang berbahaya buat anak-anak.
Di sisi lain, dapur merupakan tempat belajar yang baik bagi anak-anak. Belajar apa? Belajar banyak hal. Belajar peduli, kerjasama, kebersihan, bekerja, bahkan belajar sains...

Bukan hanya restoran maupun hotel yang memerlukan prosedur keselamatan kerja di dapur. Ibu rumah tangga pun perlu mengetahuinya, bahkan anak-anak pun perlu. 

Setelah mengenal berbagai penyebab kecelakaan kerja di dapur, maka diharapkan aktivitas di dapur menjadi aktivitas yang menyenangkan.

OK, mari kita lihat bahaya apa saja yang ada dapur kita


FISIK


Apa itu bahaya fisik? Bahaya fisik ialah bahaya yang ditimbulkan oleh peralatan atau bahan-bahan yang ada di dapur.

1. Listrik

Kesetrum merupakan contoh kecelakaan kerja di dapur. Hal sepele, tapi berbahaya loh! Hampir semua peralatan di dapur menggunakan listrik. Mari kita sebut satu per satu.

Rice cooker, mixer, blender, oven, microwave, kulkas, bahkan kompor. Colokan listrik sebaiknya tidak berada dekat dengan sumber air, wastafel misalnya.

Colokan listrik juga sebaiknya jangan banyak dicabang. Berbahaya, kata bapak PLN ☺☺. Cipratan air bisa menyebabkan konrslet, bahkan kebakaran.

2. Gas

Nah, gas ini sangat rentan dengan api. Kebakaran karena tabung gas yang meledak telah beberapa kali terjadi. Namun pihak penyedia gas, Pertamina, sebenarnya telah memberikan tips untuk menghindari kebakaran akibat kebocoran tabung gas.

Kebocoran tabung gas ditandai dengan bau gas di dalam ruangan. Jika ini terjadi, maka segera matikan kompor, jangan nyalakan api, buka semua jendela atau ventilasi yang ada di dapur, dan sebisa mungkin segera bawa keluar tabung gas tersebut.

Biarkan beberapa saat di ruang terbuka. Jika memungkinkan, ada cadangan tabung yang lain, sebaiknya segera diganti saja. Jika tidak ada, segeralah tukar tabung gas tersebut ke penjual tabung gas langganan Anda.

Seringkali juga ketika kita memasang tabung gas, api di kompor tidak segera menyala. Coba ulangi lagi pemasangan regulatornya. Jika masih belum bisa, maka gantilah karet yang ada di mulut tabung gas dengan karet lain yang sejenis.

Inilah fungsinya kita menyimpan karet tabung gas. Jika dengan cara ini masih belum bisa, tukarkan saja tabung gas tersebut.

3. Benda tajam

Namanya juga dapur, pasangannya tentu saja pisau. Dan pasti ada beberapa macam pisau yang kita miliki. Pisau daging, pisau biasa, pisau roti, dan pisau pengupas wortel/kentang, setidaknya ada di dapur kita.

Selain itu juga ada gunting dan cutter. Benda-benda ini sebaiknya diletakkan di tempat khusus, dan jauh dari jangkauan anak-anak. 

4. Minyak goreng

Bahaya yang ditimbulkan oleh minyak goreng ini adalah menyebabkan lantai licin, yang bisa terjadi karena tumpahan minyak goreng maupun cipratannya ketika kita menggoreng. Selain itu minyak yang panas juga berbahaya

Resiko minyak panas mengenai tubuh kita sangat besar ketika kita menggoreng. Hal yang bisa dilakukan adalah menutup penggorengan. Jika tubuh kita terkena cipratan, segeralah cuci dengan air mengalir. Sisa minyak bekas menggoreng juga sebaiknya segera dibuang, untuk menghindari terkena anak-anak. 

5. Peralatan memasak

Peralatan memasak kita yang bermacam-macam perlu diletakkan dengan rapi pada tempatnya. Peralatan-peralatan ini bisa menimbulkan bahaya.

Apa bahayanya? Panci besar jatuh mengenai kepala, penggorengan jatuh menimpa makanan yang baru selesai dimasak, adalah contoh bahaya oleh peralatan-peralatan ini.

Solusinya adalah, letakkan dengan rapi. Jika digantung, perhitungkan kekuatan gantungan yang Anda buat.
Peralatan dari kaca, misalnya piringdan gelas juga bisa menimbulkan bahaya jika jatuh dan pecah. Segera buang pecahan yang ada, dan bersihkan lantai dari serpihan-serpihan kacanya.


KIMIAWI


Jangan kaget ya, jika saya sebutkan bahaya kimiawi di sini. 

1. Sabun pencuci piring

Biasanya kita memasak sambil mencuci peralatan dapur yang kita gunakan untuk memasak bukan? Supaya hemat waktu. Tanpa kita sadari, ketika kita mencuci, ada cipratan sabun ke mana-mana.

Nah, bisa juga sampai ke masakan kita, jika posisi sink/tempat cuci piring berdekatan dengan kompor. Makan sabun deh kita, hiii. Untuk itu kita perlu berhati-hati supaya tidak terjadi cipratan, atau tutup masakan kita sementara.

2. Cairan pembersih dapur

Cairan ini sudah banyak tersedia di pasaran. Klaimnya adalah memudahkan kita membersihkan dapur. Apa bahayanya? Sama seperti sabun pencuci piring tadi.

Potensi bahayanya muncul ketika kita sedang membersihkan dan cairan ini  tersemprot ke makanan. Cara mencegah bahayanya adalah dengan meletakkan makanan di tempat yang lain atau menutupinya. Jauhkan cairan ini dari jangkauan anak-anak juga.


BIOLOGIS


Bahaya biologis di sini adalah bahaya yang ditimbulkan oleh keberadaan makhluk hidup di dapur. Contohnya adalah serangga, tikus, cicak, dan mikroorganisme. 

1. Serangga

Serangga bisa semut, kecoa, dan lalat. Makanan yang sudah dihinggapi semut, sebenarnya berpotensi bahaya karena kaki semut yang tidak bersih dapat membawa mikroorganisme berbahaya atau pembusuk dari berbagai tempat. Kecoa pun demikian.

Selain itu kotoran maupun urin kecoa menimbulkan aroma yang tidak sedap. Lalat pun demikian. Dia merupakan sumber berbagai penyakit karena kebiasaannya hinggap di mana-mana, termasuk di tempat sampah. 

2. Tikus

Tikus selalu dikaitkan dengan penyakit pes, dan memang demikian adanya. Padahal dapur adalah tempat favorit tikus, karena mereka mudah mendapatkan makanan di dapur. Untuk menghindari tikus ini, kita perlu menyimpan makanan kita di dalam lemari tertutup.

3. Cicak

Cicak hampir sama dengan semut. Dia bisa menjadi sumber mikroorganisme yang bisa mencemari makanan kita. Maka sebaiknya makanan disimpan di dalam lemari saja.

4. Mikroorganisme

Mikroorganisme di dapur sangat banyak. Mereka bisa berasal dari air, peralatan, serangga, tikus, cicak, udara, bahkan dari tangan kita.

Beberapa mikroorganisme yang ada di dapur juga berasal dari bahan-bahan mentah kita. Silahkan mambaca di Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan untuk tahu apa saja mereka dan cara mencegahnya.

Mikroorganisme yang berasal dari air biasanya dari kelompok Esccherichia, Enterobacter, dan Salmonella. Sedangkan bakteri yang berasal dari tangan kita biasanya adalah Staphylococcus aureus.

Untuk mencegah  timbulnya bahaya dari tangan kita, kita bisa menggunakan alat penjepit kue yang bersih ketika mengambil makanan.


EmoticonEmoticon