Wednesday, April 5, 2017

MACAM-MACAM DIARE, PENYEBAB, DAN CARA MENGATASINYA

Apa sih itu diare? Sebagian besar orang akan mengatakan dirinya mengalami diare jika fesesnya (kotorannya) cair. Ternyata tidak demikian yang sebenarnya. Diare merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami BAB lebih dari 3 kali sehari, dengan feses cair dan minimal terjadi selama 2 hari. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara sekresi (pengeluaran) dan absorsi (penyerapan) air di dalam usus yang menyebabkan kandungan air di dalam feses meningkat. Menurut UNICEF, diare telah mengakibatkan kematian 1 milyar anak setiap tahunnya. Wow, sebuah angka yang besar.

Mengapa diare bisa terjadi? 


Berdasarkan penyebabnya diare dibagi menjadi 4 macam, yaitu: diare osmotik, diare sekretori, diare karena infeksi, dan diare karena pergerakan yang tidak normal dari intestine. 

a. Diare osmotik
Diare ini terjadi karena meningkatnya jumlah air di dalam lumen karena adanya senyawa yg sulit diserap. Misalnya pada kejadian laktosa intoleran, di mana seseorang mengalami diare setelah minum susu sapi.

b. Diare sekretori
Diare jenis ini terjadi karena adanya sekresi (pengeluaran) air dan ion Cl yang berlebihan.

c. Diare karena infeksi
Diare ini terjadi karena rusaknya jaringan epitel usus karena infeksi bakteri tertentu. Hal ini banyak terjadi karena tingkat sanitasi yang rendah.

d. Diare karena pergerakan yang tidak normal dari intestine

Pergerakan yang tidak normal ini menyebabkan turunnya penyerapan sehingga terjadilah diare.

Berdasarkan waktu kejadian, diare dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. diare akut, 
  2. diare persisten, dan 
  3. diare kronik. 
Diare akut terjadi dalam rentang waktu antara 7 sampai 14 hari.
Diare persisten terjadi dalam rentang waktu 2 – 4 minggu.
Sedangkan diare kronik terjadi lebih dari 4 minggu.

Di negara kita, dengan tingkat sanitasi yang rendah diare sangat sering terjadi, bahkan bisa sampai menjadi Kejadian Luar Biasa. Di banyak tempat di mana terjadi bencana alam, diare juga sering terjadi. Kembali lagi ke rendahnya tingkat sanitasi. Yang paling rentan terkena diare adalah anak-anak dan balita, karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Orang dewasa yang daya tahan tubuhnya turun juga mudah terserang diare.

DIARE dan Penyebabnya


Beberapa bakteri yang dapat mengkontaminasi makanan dan minuman sehingga menyebabkan diare adalah Clostridium sp., Bacillus cereus, Campylobacter, Escherichia coli, Listeria sp., Salmonella sp., Shigella sp, Staphylococcus aureus dan Vibrio parahaemolyticus.
Sedangkan virus yang menyebabkan diare adalah virus hepatitis A, Rotavirus, dan Norovirus
Bakteri-bakteri penyebab diare tersebut secara alami banyak terdapat di tanah dan usus binatang maupun manusia.
Bahkan air pun bisa menjadi sumber keberadaan mereka. Air yang kita konsumsi bisa tercemar oleh bakteri penyebab diare jika kita menggunakan sumber air yang berada di dekat tempat tinggal binatang. Misalnya sumur kita berada di dekat kandang sapi. Air sumur juga bisa tercemar oleh feses kita sendiri, jika sumur kita berada di dekat septik tank.
Lalu bagaimana bakteri-bakteri penyebab diare tersebut bisa mengkontaminasi makanan dan minuman? Kontaminasi dapat terjadi ketika bagian tubuh seseorang yang mengandung bakteri, misalnya tangan yang kotor, menyentuh makanan atau minuman, ataupun menyentuh peralatan yang digunakan untuk menyajikan makanan atau minuman. Makanan atau minuman berada di dekat tempat sampah. Makanan atau minuman berada di lingkungan yang banyak lalu lalang kendaraan. Tempat makanan atau minuman dilalui binatang. Makanan tidak dimasak dengan benar.
Gambar kontaminasi makanan yang menyebabkan terjadinya diare
Gambar kontaminasi makanan yang menyebabkan terjadinya diare


Di dalam gambar tersebut dijelaskan bahwa kontaminasi makanan bisa berasal dari manusia maupun binatang yang ada di sekitar makanan. Binatang bisa menjadi sumber kontaminasi jika produknya (misalnya daging) telah mengandung kontaminasi atau sayuran dan buah-buahan dicuci menggunakan air yang tercemar oleh kotoran binatang.
Selain itu, bahan makanan juga tidak dimasak sampai di suhu di mana bakteri bisa mati (biasanya 70-100℃). Manusia bisa menjadi sumber kontaminasi jika setelah menyentuh binatang atau tanah  tidak mencuci tangan, dan kemudian menyentuh peralatan makan atau makanan itu sendiri.
Makanan yang mengandung kontaminasi bisa menyebabkan diare. Kontaminasi juga bisa melibatkan serangga, yaitu lalat. Ini terjadi jika lalat hinggap pada kotoran manusia maupun hewan dan kemudian menghinggapi makanan atau minuman. Itulah sebabnya makanan dan minuman harus selalu dalam keadaan tertutup.
Gejala lain yang mengikuti diare adalah dehidrasi, kejang bagian perut, dan pada diare yang akut bisa terjadi malnutrisi.
Jika kita mengalami diare, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah minum oralit atau larutan gula dan garam. Hal ini penting untuk mengganti cairan tubuh yang telah hilang bersamaan dengan tingginya kandungan air di dalam feses. Selain itu elektrolit tubuh yang hilang bisa diganti dengan larutan ini. Langkah selanjutnya adalah menemui dokter. Dokter akan menanyakan kepada kita beberapa hal, sebagai langkah untuk menentukan perlakuan yang akan diberikan.

Beberapa hal yang perlu kita ingat jika kita mengalami diare, untuk memudahkan diagnosa dokter, adalah:

  • Kenampakan feses kita
  • Gejala yang mengikuti
  • Makanan yang dimakan
  • Minuman yang diminum
  • Aktivitas sebelum diare (berkemah, perjalanan)
  • Sentuhan dengan binatang
  • Kondisi sebelum diare (opname, konsumsi antibiotik)
Dalam kasus diare karena infeksi, kemungkinan dokter akan meresepkan antibiotik. Beberapa dokter juga akan meresepkan probiotik, yang biasanya berbentuk sachet atau kapsul. Probiotik pada dasarnya berisi bakteri. Tapi jangan kuatir, mereka ini adalah bakteri baik kok…Penjelasan lebih lanjut mengenai probiotik bisa kunjungi tautan berikut → BERBAGAI MANFAAT PROBIOTIK BAGI KESEHATAN TUBUH KITA

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon