Tuesday, May 23, 2017

Bahaya Mikrobiologis di Dalam Kulkas dan Pencegahannya

Kulkas, salah satu peralatan rumah tangga yang penting dan dimiliki hampir oleh semua rumah. Ya, karena dengan adanya kulkas, bahan makanan kita bisa bertahan lebih lama dibanding jika kita tidak menggunakannya untuk menyimpan berbagai bahan makanan kita.
Kulkas pun menjadi kian bervariasi sekarang ini. Ada yang 1 pintu, biasanya dimiliki oleh keluarga kecil atau keluarga baru. Berikutnya 2 pintu, banyak dimiliki oleh keluarga yang sudah lebih mapan. Yang paling mutakhir adalah kulkas dengan pintu sebelah menyebelah atau side by side. Yang terakhir ini sering dijumpai di keluarga yang mapan, dan jumlah anggota keluarganya lebih banyak. Dari setiap kategori pun, ada berbagai jenisnya. Ukuran kulkas biasanya dinyatakan dengan volume. Semakin besar volume maka semakin besar besar pula kapasitasnya, dan semakin besar juga daya listrik yang dibutuhkan. Berbagai merk pun tersedia, kulkas Samsung, kulkas Sharp, kulkas LG, dan lain-lainnya. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.
Ok, kembali ke pembahasan awal tentang fungsi utama kulkas, yaitu sebagai tempat menyimpan bahan makanan. Dengan adanya benda ini bahan makanan kita  menjadi lebih tahan lama karena suhu rendah di dalamnya mampu menghambat kerusakan pada bahan makanan kita. Setelah kita Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan kita akan mengerti mengapa kulkas ini penting untuk dimiliki.

Kulkas rumah tangga dan bahayanya
Kulkas rumah tangga dan bahayanya

Apa yang terjadi pada makanan di dalam lemari pendingin?


Makanan yang disimpan di dalam kulkas menjadi lebih tahan lama dibanding jika disimpan di dalam ruang biasa. Yang terjadi adalah suhu rendah di dalamnya menghambat pertumbuhan mikrobia perusak makanan, yang umumnya sangat cepat berkembang biak pada suhu kamar sampai suhu 37℃.
Suhu rendah yang saya maksud di sini adalah <5℃. Namun, seringkali suhu dalam kulkas berada di sekitar 4 - 10℃. Biasanya di dalam lemari pendingin terdapat penyetel suhu. Aturlah pada suhu optimumnya. Dengan pengaturan ini suhu dalam kulkas akan lebih rendah. Selain itu minimalkan waktu membuka pintunya, artinya cepat-cepatlah menutup kembali setelah dibuka. Pikirkan dulu apa yang akan diambil dari dalamnya, dan setelah itu baru membuka pintunya. Hindari berpikir sambil membuka pintunya. Mengapa ini penting? Ketika kita membuka kulkas, ada 2 hal yang terjadi:

  1. Pelepasan energi dalam rangka mempertahankan suhu rendah di dalamnya, yang mengakibatkan konsumsi energi yang lebih tinggi. Inilah yang biasanya disebut orang dengan 'listriknya boros'.
  2. Adanya aliran udara luar masuk ke dalam kulkas, yang pastinya membawa mikrobia dari lingkungan luar kulkas. Udara di sekitar kita banyak mengandung mikrobia, baik selnya maupun sporanya. Ketika mereka menemukan tempat yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang biak, maka mereka akan tumbuh yang akhirnya berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan. 

Akibat dari hal yang kedua di atas adalah kerusakan pada bahan makanan oleh mikrobia yang masuk ke dalam kulkas. Ada dari kelompok bakteri maupun jamur. Ciri bahan makanan yang sudah rusak oleh bakteri adalah berlendir, lembek, dan aroma yang tidak sedap. Yang rusak oleh jamur biasanya nampak ada benang-benang lembut yang menempel atau bintik-bintik hitam di permukaannya.

Meminimalisir bahaya mikrobiologis 


Ketika suatu bahan makanan telah tercemar oleh mikrobia, maka bahan ini akan berpotensi menyebarkannya ke yang lain. Ini disebut kontaminasi silang. Letak yang berdekatan antar bahan makanan memperbesar resiko terjadinya kontaminasi silang. Kerusakan pun akan menyebar.
Menghilangkan bahaya mikrobiologis bisa dikatakan tidak mungkin, karena bahkan tangan kita pun mengandung mikrobia. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisirnya. Bagaimana?

  1. Pisahkan bahan mentah dan matang; hal ini dilakukan karena seringkali kita harus menyimpan bahan makanan yang sudah masak, misalnya karena belum habis dikonsumsi. Saya sangat menyarankan pemisahan tempat, artinya beda rak. Kita bisa meletakkan bahan-bahan mentah di bagian bawah, sedangkan bahan masak di bagian paling atas. Jangan lupa untuk menutup rapat wadahnya.
  2. Pisahkan per kelompok bahan mentah dalam wadah tertutup yang berbeda; menyimpan dalam tas plastik dalam jangka waktu yang lama tidak baik, karena sayuran atau buah-buahan biasanya akan menghasilkan uap air yang bisa membasahi plastik dan mempercepat proses pembusukan. Lebih baik letakkan kertas tisu di bagian bawah wadah, sebagai alas meletakkan sayuran atau buah. Bisa juga kertas tisu digunakan sebagai bungkus sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Tisu harus diganti setelah 2 atau 3 hari, karena pasti sudah basah oleh uap air. Dengan dimasukkan ke dalam wadah, kita akan mudah mengenali apa yang ada di dalamnya, sehingga menghemat waktu kita ketika membuka pintu kulkas. Diberi label akan lebih baik lagi. 
  3. Sebelum memasukkan sayuran, hilangkan bagian akarnya yang bertanah. Membiarkan sayuran beserta akarnya masuk ke dalam kulkas, sama saja kita memasukkan tanah. Dan Anda tahu khan tanah mengandung mikrobia apa saja? Adanya tanah dapat mempercepat proses kerusakan bahan makanan. 
  4. Hindari menjejali kulkas dengan bermacam-macam bahan, sampai penuh sesak. Kondisi ini menyebabkan suhu lemari pendingin meningkat, sehingga menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan atau menurunkan suhu. Yang terjadi selanjutnya adalah mesin menjadi lebih cepat rusak. Selain itu meningkatnya suhu akan meningkatkan resiko kerusakan bahan makanan. 
  5. Bersihkan kulkas secara berkala; bisa dilakukan seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bersihkan dengan pembersih khusus dapur, atau bisa juga dengan deterjen dan dilanjutkan dengan air bersih. Lap sampai kering sebelum digunakan lagi. Jika ada tumpahan dari kecap, saus, atau darah dari daging, segera bersihkan saja. Kebersihan akan menghindarkan kulkas dari bau tak sedap dan membuatnya enak dipandang ☺☺
Penataan kulkas untuk meminimalisir bahaya mikrobiologis
Penataan kulkas untuk meminimalisir bahaya mikrobiologis


EmoticonEmoticon