Wednesday, May 24, 2017

7 Escherichia coli penyebab diare

Pada artikel MACAM-MACAM DIARE, PENYEBAB, DAN CARA MENGATASINYA saya memaparkan tentang beberapa macam diare dan penyebabnya. Salah satu bakteri yang saya sebutkan adalah Escherichia coli. Nama mikroorganisme ini sangat akrab di telinga kita.
Bakteri ini merupakan salah satu anggota famili Enterobacteriaceae, karena secara alami ada di dalam saluran pencernaan sebagian besar hewan berdarah panas, termasuk manusia. Selain itu bakteri ini juga terdapat di dalam tanah dan air.
Pada cawan petri di media Nutrien Agar koloni bakteri ini tampak berwarna putih tulang, mengkilat, dan berbentuk bulat. Di bawah mikroskop, tampak berbentuk batang pendek. Mikrobia ini bersifat gram negatif, fakultatif anaerob, dapat memfermentasi glukosa dengan menghasilkan asam dan gas, dapat memfermentasi laktosa, oksidase negatif, membentuk flagella peritrik saat motil, tidak membentuk spora, dan beberapa strain memiliki kapsul.

Gambar Escherichia coli
Gambar Escherichia coli (image source: www.cdc.gov)

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang 7 kelompok E. coli yang menyebabkan diare, oleh karena mereka menghasilkan toksin atau racun, atau juga karena adanya struktur tertentu pada mikrobia ini. Ketujuh kelompok tersebut adalah yaitu:

1. Enterotoksigenik (ETEC)


Faktor utama yang menyebabkan diare dari kelompok ini adalah toksin yang dihasilkannya, baik yang tahan terhadap panas maupun yang tidak tahan panas. Mekanismenya adalah bakteri akan melekat pada sel epitel dinding usus, kemudian melepaskan toksin yang menyebabkan turunnya absorbsi sodium dan meningkatnya sekresi klorida.

2. Enterohemoragik (EHEC)


Sama dengan yang sebelumnya, kelompok ini juga menghasilkan toksin yang menyebabkan diare. Sebelum menyebabkan diare bakteri melekat pada dinding sel epitel intestin, kemudian melepaskan toksin dan merusak mikrovilli sel epitel, sehingga terjadilah diare.

3. Enteroaggregatif (EAEC)


E.coli tipe ini juga melepaskan toksin setelah melakukan pelekatan pada sel epitel melalui fimbria dalam bentuk agregat. Toksin tahan panas yang dilepaskan inilah yang menyebabkan diare. 

4. Penyebab diare hemolitik (DHEC)


Mekanisme E. coli tipe ini dalam menyebabkan diare belum diketahui dengan pasti, namun diduga bakteri ini memicu terjadinya penonjolan permukaan sel epitel, yang disebabkan oleh adanya tksin yang dihasilkan.


5. Enteropatogenik (EPEC)

Mekanisme dalam menyebabkan diarenya sama seperti tipe yang lain, tipe ini juga melakukan pelekatan pada sel epitel. Kemudian terbentuklah sebuah struktur khusus yang menyebabkan bakteri bisa melekat lebih kuat lagi dan merusak mikrovilli. Namun yang membedakannya adalah diare tidak disebabkan oleh toksin, namun karena adanya pili.


6. Enteroinvasif (EIEC)


Setelah melekat pada dinding usus, bakteri ini akan berkembang di dalam sel inang setelah masuk ke dalam enterosit kolon. Penyebab diarenya adalah gen invasin di dalam plasmidnya.

7. Penghasil toksin sitoletal (CDTEC)


Mekanisme kerjanya sehingga tipe ini dapat menyebabkan diare belum diketahui dengan pasti. Namun diduga tipe ini menghasilkan toksin yang menyebabkan sel menggembung dan akhirnya pecah.


Dalam media agar maupun pemeriksaan di bawah mikroskop, ketujuh tipe tersebut akan nampak sama. Uji lebih lanjut akan menunjukkan perbedaannya.

Doyle dan Cliver dalam buku Foodborne Disease (1990), mengatakan bahwa dosis diare tiap tipe E. coli berbeda-beda. ETEC memiliki dosis infeksi pada orang dewasa sebesar 100 juta sampai 10 milyar sel, dengan masa inkubasi selama 8 - 44 jam. Sedangkan EIEC memiliki dosis infeksi pada orang dewasa sebasar 1 juta sampai 100 juta sel. Artinya seorang dewasa akan mengalami tanda-tanda diare jika antara 8 - 44 jam sebelumnya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung 100 juta sampai 10 milyar sel ETEC. Sedangkan orang dewasa yang 8 - 24 jam sebelumnya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung 100 juta sampai 10 milyar sel ETEC akan mengalami gejala diare.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya diare.

  1. Berhati-hati jika kita termasuk dalam kelompok yang rentan terhadap diare. Kelompok ini adalah wanita hamil, bayi baru lahir, anak-anak, lanjut usia, dan seseorang yang kondisi kesehatannya tidak baik.
  2. Masak daging sampai matang atau suhu di dalamnya mencapai 70℃. Sebaiknya gunakan termometer untuk mengukurnya.
  3. Hindari terjadinya kontaminasi silang di area penyiapan makanan. Jauhkan makanan yang sudah matang dari bahan makanan mentah. Cuci sampai bersih peralatan yang kontak dengan daging, misalnya pisau dan telenan.
  4. Jika berenang, jangan sampai air kolamnya terminum
  5. Hindari mengkonsumsi susu segar yang belum dipasteurisasi
  6. Mencuci tangan 
  • setelah dari toilet
  • sebelum dan sesudah menyiapkan makan
  • setelah kontak dengan binatang
  • sebelum menyiapkan susu atau makanan bayi atau anak balita


EmoticonEmoticon