Tuesday, May 30, 2017

Review Mikrobiologis tentang Keamanan Infused Water

Infused water sedang menjadi trend sekarang ini. Botol minuman yang di dalamnya terdapat air yang berisi potongan sejenis atau beberapa jenis buah-buahan. Selain itu sayuran, bunga, bahkan rempah-rempah pun bisa digunakan. Air ini diklaim memiliki manfaat kesehatan, diantaranya sebagai sarana untuk detoksifikasi, mampu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol darah, mencegah darah tinggi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Saya belum menemukan hasil penelitian tentang manfaat infused water ini.

Review Mikrobiologis tentang Keamanan Infused Water
Infused Water (image source: www.Vemale.com)

Pembuatannya pun tidak sulit. Cukup sediakan botol beserta air mineral, masukkan potongan buah-buahan, sayuran, atau rempah yang telah disiapkan. Buah-buahan yang dimasukkan bisa satu macam atau beberapa macam, tergantung selera. Selanjutnya masukkan ke dalam kulkas selama 2 jam, atau di ruang terbuka selama semalam. Hasilnya adalah air segar beraroma buah-buahan atau sayuran. Semakin lama didiamkan, aromanya akan semakin tercium.
Menurut saya, ini sangat berguna bagi orang yang ingin mengkonsumsi lebih banyak air, namun memiliki kendala dengan air mineral yang tidak berasa. Butuh perjuangan memang untuk mengkonsumsi sesuatu yang tidak berasa, meskipun itu sangat penting bagi tubuh kita. Bagaimana tidak? Air ada di dalam tubuh kita sebanyak 60-70%. Berkurangnya pun sangat mudah, apalagi di negara kita yang tropis ini. Air di dalam tubuh kita berkurang melalui urin, keringat, air mata, dan bahkan air ludah. Kekurangan air menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal, atau berujung pada kematian.

Dalam artikel ini saya akan membahas infused water secara mikrobiologis, dari bahan dan peralatan yang digunakan untuk mempersiapkannya. Lebih jauh mengenai manfaatnya bisa Anda searching di internet.

1. Air

Komponen utama dalam infused water adalah air itu sendiri. Gunakanlah yang memang layak minum. Bisa yang sudah dididihkan dan kemudian didinginkan, atau bisa menggunakan air mineral yang bisa dengan mudah kita dapatkan di pasaran. 

2. Buah, sayur, rempah

Buah-buahan yang biasa digunakan dalam infused water adalah lemon, strawberry, kiwi, mangga, dan anggur. Daun mint juga biasanya ditambahkan. Pastikan bahwa buah yang digunakan benar-benar aman, yang artinya tidak akan menimbulkan penyakit atau bahaya bagi tubuh Anda. Bagaimana memilihnya? Kondisi mereka sangat bergantung pada keadaan awalnya ketika dipanen, proses pengemasan, transportasi, handling di tempat penjualan atau pasar, serta kondisi lingkungan. Yang dijual di pasar tradisional tentu saja lebih berisiko. Sedangkan yang dijual di pasar swalayan juga bukan berarti tidak berisiko, meskipun lingkungannya jauh lebih bersih daripada pasar tradisional. Oleh karena itu Mengenal Berbagai Kerusakan Pada Bahan Makanan sangat penting, karena kita bisa melihat mana yang aman dan mana yang tidak. Karena kandungan karbohidrat dan asam yang tinggi maka mikroorganisme yang menyebabkan kerusakannya adalah jamur, khamir, dan bakteri tahan asam. Kerusakan ditandai dengan munculnya aroma asam yang berlebihan, nampak benang-benang putih atau hitam tanda adanya jamur, tampak berair, dan permukaan yang lembek. Hindari menggunakan buah-buahan yang seperti ini. Sebelum digunakan, cucilah dahulu dengan air hangat. Selain dapat menghilangkan debu, pencucian ini juga akan mengurangi jumlah mikroba yang kemungkinan ada di permukaannya.
Sayuran yang biasa digunakan adalah ketimun dan wortel. Kedua sayuran ini sama dengan buah-buahan. Keduanya mudah rusak oleh jamur, khamir, dan bakteri tahan asam. Ketika mengalami kerusakan, kenampakannya pun sama dengan buah-buahan. Hindari menggunakan sayuran yang sudah rusak, karena berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan.
Rempah-rempah yang bisa Anda gunakan adalah kayu manis dan jahe. Kedua bahan inipun mudah mengalami kerusakan oleh jamur. Sebelum digunakan, cuci dengan air hangat sampai bersih.


3. Pisau dan telenan

Dalam artikel Mengenal Berbagai Bahaya di Dapur Rumahan dan Cara Mengatasinya, saya memaparkan 3 bahaya di dalam dapur kita yang salah satunya adalah bahaya mikrobiologis. Potensi bahaya mikrobiologis bisa berasal dari air, bahan mentah, dan tangan kita sendiri. Pisau dan telenan adalah peralatan dapur yang selalu kita gunakan untuk memotong bahan mentah untuk dimasak. Kedua alat ini tidak lepas dari potensi bahaya mikrobiologis. Keduanya bisa mengandung E. coli dan Enterobacteriaceae yang berasal dari air, ketika kita mencucinya. Bahan mentah juga bisa menjadi sumber kontaminasi dari Salmonella serta Pseudomonas aeruginosa. Untuk mencegah kontaminasi silang ini, sebaiknya bedakan pisau dan telenan yang digunakan untuk memasak dan untuk membuat infused water. Keduanya pun harus segera dicuci sesaat setelah digunakan. Jika tidak, maka Anda memberikan kesempatan kepada berbagai mikroba untuk tumbuh di sana.

4. Botol

Botol atau wadah apapun yang digunakan untuk membuat infused water pun harus bersih. Botol plastik ataupun kaca bisa dipakai. Cuci bersih dan biarkan kering secara alami. Hindari menggunakan wadah yang dicuci sesaat sebelum digunakan, karena lap yang kita gunakan pastinya mengandung banyak mikrobia. Kita sedang memindahkan mikrobia dari kain lap ke wadah kita. Jika memang terpaksa harus menggunakan botol yang baru saja dicuci, maka bilaslah dengan air mendidih, untuk mengurangi jumlah mikrobia patogen yang mungkin menempel bersamaan dengan air yang kita gunakan untuk mencuci. Jangan lupa untuk segera mencuci kembali setelah selesai digunakan, karena jika tidak maka kita sedang mengundang mikrobia untuk mampir dan berkembang biak di dalam botol atau wadah kita. 

Kebersihan tangan sebelum membuat infused water juga penting untuk diperhatikan. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih harus dilakukan. Sebaiknya gunakan disposable glove atau sarung tangan sekali pakai untuk melakukan persiapan, untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh Staphylococcus aureus yang berasal dari tangan kita.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon