Monday, May 1, 2017

Cara Mempersiapkan Sel Bakteri untuk Tujuan Penelitian

Bicara tentang sel bakteri tentu tidak asing bagi Anda yang bekerja di bidang mikrobiologi. Pekerjaan ini mengasyikkan loh. Sel bakteri merupakan dasar dilakukannya penelitian aplikasi dalam berbagai bidang. Diantaranya pangan, bioteknologi, kedokteran, bahkan perminyakan.
Mengapa? Karena perkembangbiakan sel bakteri hanya terjadi dalam hitungan jam.
Koloni bakteri pada media agar
Gambar koloni bakteri pada media agar

Bagaimana mempersiapkan sel bakteri? 


Biasanya sel bakteri diperoleh dalam bentuk ampul atau agar miring.
Jika Anda mendapatkan kultur bakteri dalam bentuk agar miring, maka segera pindahkan ke media yang sesuai untuk bakteri tersebut. Caranya adalah sebagai berikut.
Siapkan media cair. Ambil 1 ose kultur agar miring, dan masukkan ke dalam 5 ml media cair. Buatlah 2 atau 3 inokulum. Hanya untuk persiapan jika ada yang tidak tumbuh. Lakukan inokulasi di dalam Biological Safety Cabinet (BSC). Selanjutnya inkubasikan kultur di dalam inkubator sesuai dengan suhu optimal bakteri tersebut. Biasanya pada suhu 37℃, kecuali bakteri termodurik yang optimal pada suhu yang lebih tinggi. Inkubasi dilakukan selama 22-24 jam. Inkubasi juga media tanpa ada kultur bakteri, sebagai kontrol negatif. Setelah inkubasi selesai, cek apakah ada pertumbuhan, yang ditandai dengan keruhnya media. Jika ada pertumbuhan maka lakukan lagi inokulasi untuk yang kedua. Caranya adalah dengan mengambil 1 ml kultur dan memasukkannya ke dalam 9 ml media, inkubasikan lagi. Inokulasi lagi untuk ketiga kalinya ke dalam media yang lebih banyak. Yang dimaksukkan ke dalam media sebanyak 10%. Jika akan dibuat 100 ml kultur bakteri, maka yang dimaksukkan sebanyak 10 ml. Jika akan dibuat 1 L kultur bakteri, maka starternya adalah 100 ml. Inkubasikan kembali.
Untuk memanen sel bakteri, maka kultur bakteri tersebut disentrifus pada kecepatan 1811 g selama 20 menit. Pelet yang terbentuk adalah sel bakteri ya. Sedangkan supernatan di atasnya adalah media. Buanglah supernatan ini pada tempatnya. Sel bakteri ini kemudian dicuci 3 kali menggunakan 0.85% NaCl. Dan sel bakteri siap digunakan.

Jika Anda mendapatkan kultur bakteri dalam bentuk ampul. Maka buka ampul dengan tang atau gunting steril. Keluarkan kapas, dan tuangkan bubuk yang ada ke dalam 10 ml media cair dan inkubasikan pada 37℃ selama 22-24 jam. Kecuali untuk bakteri termodurik. Jangan lupa untuk menginkubasi kontrol negatif juga. Setelah inkubasi, cek pertumbuhannya. Selanjutnya lakukan inokulasi kedua dan ketiga seperti di atas. Cara memanen bakteri juga sama caranya.
Mempersiapkan Sel Bakteri
Diagram Alir Mempersiapkan Sel Bakteri
Persiapan sel bakteri seperti di atas perlu dilakukan dalam sebuah penelitian, karena Anda memerlukan sel bakteri yang masih dalam kondisi bagus. Penelitian dengan menggunakan sel yang tidak baru atau tua akan menyebabkan validitas penelitian dipertanyakan.


Penyimpanan

Supaya Anda tidak perlu membeli dan membeli setiap kali hendak menggunakan sel bakteri. Maka Anda perlu menyimpan bakteri tersebut. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan membuat kultur bakteri seperti ketika kita membelinya. Ini bukan berarti, jika Anda membeli kultur bakteri dalam bentuk agar miring, maka Anda harus menyimpannya dalam agar miring. Dan jika Anda membelinya dalam bentuk ampul, maka Anda harus menyimpannya dalam bentuk ampul. Anda bisa memilih salah satu cara yang bisa Anda kerjakan di laboratorium Anda.

1. Agar miring

Cara ini sangat mudah. Anda tinggal menyiapkan agar miring, dan memindahkan kultur bakteri dari media cair ke agar miring, dan menginkubasinya dalam inkubator. Media yang digunakan tentu saja yang sesuai untuk bakteri Anda. Kultur ini hanya bertahan selama 2-3 bulan di dalam kulkas.

2. Gliserol + susu skim

Pada cara ini yang disimpan adalah sel bakterinya. Cara untuk mendapatkan sel bakteri, sama dengan cara di atas. Setelah sel didapat, campurkan dengan larutan susu skim. Bagilah menjadi beberapa tabung ependorf kecil, sesuaikan kebutuhan. tambahkan gliserol dan homogenkan. Simpan pada suhu -40℃. Penyimpanan cara ini bisa bertahan sampai 1 tahun.

3. Freeze drying

Penyimpanan cara ini adalah yang paling lama bertahan. Bisa bertahun-tahun. Namun tentu saja membutuhkan bahan dan peralatan yang khusus. Bahan utama yang diperlukan adalah larutan freeze drying. Dan dibutuhkan freeze dryer. Tentu saja tidak semua laboratorium memilikinya. Selain itu juga diperlukan ampul atau tabung kaca kecil sebagai tempat menyimpan bakterinya. Bentuk simpanannya berupa bubuk, dan bisa disimpan pada suhu ruang.

Media pertumbuhan

Media pertumbuhan bakteri ibaratnya adalah makanan bakteri. Tanpa media, bakteri tidak akan tumbuh dan berkembang biak. Sama seperti kita yang membutuhkan makanan setiap hari untuk tumbuh dan berkembang.

Kini telah banyak tersedia media bakteri. Ada merek Oxoid dan Merck. Anda harus jeli melihat media yang dibutuhkan oleh bakteri Anda. Sesuaikan juga dengan kebutuhan penelitian Anda.
Jika penelitian Anda hanya menggunakan satu jenis bakteri, maka Anda bisa menggunakan satu jenis media saja. Bila penelitian Anda menggunakan beberapa bakteri, maka jumlah media pun mengikuti. Beberapa bakteri bisa menggunakan media yang sama. Bacalah peruntukan medianya.

Media yang umum digunakan adalah Nutrient Agar/Broth. NA adalah media umum. Sebagian besar bakteri bisa tumbuh dengan baik pada media ini. Praktikum Mikrobiologi Umum biasanya menggunakan media ini, karena memang yang dipelajari masih dasar.
Perbedaan media agar dan broth ada pada ada tidaknya agar di dalamnya. Komposisi lainnya sama.

Screening bakteri memerlukan media yang lebih beragam. Apalagi jika akan menumbuhkan bakteri tertentu yang spesifik. Semakin spesifik peruntukan media bagi bakteri, akan semakin mahal harganya. Misalnya media spesifik yang mengandung kromofor.


EmoticonEmoticon